SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Mahasiswa dari Kelompok 27 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Bakti Desa Arcapada 2026 mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang untuk masuk di ekosistem digital.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) itu berlangsung pada tanggal 29 Juni hingga 30 Juli 2026 di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Arief Setiawan, S.IP., MPS. Kegiatan tersebut tidak hanya menyasar pemasaran digital. Para mahasiswa juga memberikan pendampingan branding produk serta membantu pelaku usaha memahami pentingnya legalitas melalui Nomor Induk Berusaha (NIB).
Desa Purwodadi merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tirtoyudo yang memiliki potensi UMKM cukup besar, terutama produk olahan berbahan dasar pisang. Komoditas tersebut mudah ditemui di kebun warga dan menjadi bahan baku bagi sejumlah usaha rumahan.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kemampuan pengelolaan usaha berbasis digital. Dari sekitar 30 UMKM yang terdata, mayoritas belum memanfaatkan platform perdagangan elektronik, belum memahami strategi pemasaran digital, dan belum memiliki NIB.
Koordinator Kelompok 27 FBD Arcapada 2026 Rizky Ananta menyampaikan, di bawah pendampingan Arief Setiawan, para mahasiswa merancang program pemberdayaan yang diarahkan untuk membuka akses UMKM terhadap pasar yang lebih luas.
Salah satu kegiatan utama digelar di Balai Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, pada 16 Juli 2026. Sosialisasi yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB tersebut juga mengundang 25 pelaku UMKM. Di mana latar belakang para pelaku UMKM mayoritas pekerja di kebun atau ladang.
“Peserta yang hadir mengikuti kegiatan dengan antusias. Mahasiswa mengemas materi dalam empat pembahasan utama, yakni urgensi digitalisasi UMKM, pemanfaatan e-commerce dan media sosial, penguatan branding, serta pengurusan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS),” ungkap Rizky kepada Suaramalang.com, Selasa (18/8/2026).

Peserta diperkenalkan dengan cara mengelola toko digital, mulai dari membuat akun, menampilkan foto produk, menyusun deskripsi, hingga menentukan harga. Media sosial seperti Instagram dan WhatsApp Business juga dikenalkan sebagai sarana membangun komunikasi dengan konsumen.
“Kami turut menekankan bahwa tampilan produk menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Logo, kemasan, dan identitas visual yang lebih konsisten dinilai dapat membantu produk lokal tampil lebih profesional dan mudah dikenali,” jelas Rizky.
Pendampingan branding kemudian diberikan kepada sembilan UMKM yang berminat. Para mahasiswa membantu merancang logo serta konsep kemasan sederhana, termasuk bagi salah satu usaha jajanan yang berada di sekitar Balai Desa Purwodadi.
Selain branding, para mahasiswa juga berupaya membantu pelaku UMKM memperoleh legalitas usaha melalui NIB. Legalitas tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi usaha sekaligus membuka peluang memperoleh akses pembiayaan dan berbagai program pemberdayaan pemerintah.
Namun, proses pendampingan NIB menghadapi kendala teknis. Ia menyebut, sistem OSS beberapa kali mengalami gangguan sehingga sembilan UMKM yang mengikuti pendampingan belum seluruhnya berhasil menyelesaikan proses pendaftaran sampai tahap akhir.
“Kami kemudian tetap memberikan panduan kepada peserta dan berkomitmen melanjutkan pendampingan secara daring setelah rangkaian kegiatan KKN berakhir,” kata Rizky.
Sementara itu, Kepala Desa Purwodadi Marsi, S.Pd., mengapresiasi langkah Kelompok 27 FBD Arcapada 2026 yang terus mendorong pengembangan UMKM masyarakat, utamanya untuk menuju ekosistem digital.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN FBD UB yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM di Desa Purwodadi. Kehadiran mereka membawa angin segar bagi masyarakat, terutama dalam hal pemahaman tentang digitalisasi dan legalitas usaha,” tutur Marsi.
Menurutnya, pengetahuan yang diberikan mahasiswa diharapkan tidak berhenti setelah program KKN selesai. Pelaku UMKM diharapkan dapat menerapkan pengetahuan tersebut untuk mengembangkan usahanya secara bertahap.
Lebih lanjut, pendamping program sekaligus pelaku usaha katering Hermin Aguswati, menilai sosialisasi tersebut membuka pemahaman baru bagi pelaku UMKM mengenai peluang pasar digital.
“Selama ini saya dan teman-teman pelaku UMKM di sini hanya mengandalkan pesanan dari tetangga atau kerabat. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi paham bahwa produk kita bisa dijual ke luar desa bahkan luar kota melalui platform online,” ujar Hermin.
Pihaknya berharap semakin banyak pelaku UMKM Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo yang mulai memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Program tersebut turut mendapat dukungan Ketua PKK Desa Purwodadi Desi Arsinta. Ia membantu menggerakkan ibu-ibu rumah tangga agar ikut terlibat, mengingat sebagian pelaku UMKM di desa tersebut menjalankan usaha di sela aktivitas rumah tangga.
Sementara itu, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, PKK, pelaku UMKM dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
Bagi mahasiswa Kelompok 27 FBD Arcapada 2026, digitalisasi bukan sekadar mengajarkan pelaku usaha membuat akun di marketplace. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk mengubah cara pandang pelaku UMKM dalam melihat pemasaran, membangun identitas produk, serta mengurus legalitas usaha.
Kendala dalam proses NIB dan belum optimalnya tingkat partisipasi menjadi catatan yang perlu ditindaklanjuti. Namun, mahasiswa menilai langkah awal tersebut tetap penting untuk membangun kesadaran bahwa UMKM desa memiliki peluang berkembang apabila mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Dengan potensi pisang yang melimpah dan produk olahan yang telah diproduksi masyarakat, Desa Purwodadi memiliki modal lokal untuk mengembangkan UMKM. Tantangannya kini adalah bagaimana potensi tersebut dikemas, dilegalkan, dan dipasarkan agar tidak berhenti di pasar sekitar desa.
Melalui pendampingan digitalisasi, branding, dan legalitas, mahasiswa dari Kelompok 27 FBD Arcapada 2026 berharap produk UMKM dari Desa Purwodadi dapat menembus pasar yang lebih luas dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.
















