Konferensi Sungai Indonesia 2026, Perum Jasa Tirta I Paparkan Isu dan Tantangan Pemanfaatan Air Sungai dan Danau

SUARAMALANG.COM, Mojokerto – Perwakilan komunitas peduli sungai dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam Konferensi Sungai Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Wana Wisata Mata Air Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/7).

Konferensi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sungai tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga, memulihkan, dan melestarikan sungai. Kegiatan ini juga mendukung program Pertobatan Ekologis Nasional yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Berbagai isu strategis dibahas dalam konferensi, mulai dari kualitas air sungai, pendanaan bidang lingkungan hidup, kewenangan dan perizinan pemanfaatan sungai, penetapan garis sempadan sungai, pengelolaan sampah, wisata konservasi, hingga pengawasan sungai berbasis komunitas.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I (PJT I), Fahmi Hidayat, hadir sebagai pembicara pada sesi pertama dengan menyampaikan paparan berjudul “Isu dan Tantangan Pemanfaatan Air Sungai dan Danau.

Dalam paparannya, Fahmi mengibaratkan jaringan sungai sebagai jaringan saraf dan pembuluh darah yang menopang kehidupan. Sejak dahulu, sungai tidak hanya menjadi sumber air, tetapi juga tumbuh bersama perkembangan peradaban sebagai pusat kehidupan, pertanian, perdagangan, transportasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Menurut Fahmi, sungai, danau, dan waduk memiliki manfaat yang luas bagi berbagai sektor. Air mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penyediaan air baku, irigasi pertanian, kegiatan industri, pembangkitan energi, perikanan, pariwisata, transportasi, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pengendalian banjir.

Ujtuk itu, pemanfaatan air perlu dilaksanakan berdasarkan lima prinsip utama, yakni adil, efisien, terukur, lestari, dan adaptif. Kelima prinsip tersebut diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia, kegiatan ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem.

“Pemanfaatan air tidak hanya berbicara mengenai berapa banyak air yang dapat digunakan, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, ketersediaan, dan keberlanjutannya agar tetap dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” kata Fahmi.

Pengelolaan Sungai Banyak Mengalami Kendala

Fahmi menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya air saat ini menghadapi sejumlah tantangan. Perubahan tata guna lahan dan bertambahnya lahan kritis di wilayah hulu meningkatkan laju sedimentasi yang secara bertahap mengurangi kapasitas tampungan waduk.

Di sisi lain, perubahan iklim turut memengaruhi pola ketersediaan air, yang ditandai dengan kondisi surplus pada musim hujan dan potensi defisit pada musim kemarau.

Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi juga menyebabkan kebutuhan terhadap air terus bertambah. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan yang semakin cermat agar alokasi air bagi kebutuhan pokok, pertanian, pelayanan publik, industri, energi, dan lingkungan dapat berlangsung secara berimbang.

Tantangan lainnya,  masih terbatasnya kesadaran mengenai nilai air dan pentingnya kelestarian sumber daya air. Perencanaan, pendanaan, dan koordinasi antarpihak juga perlu terus diperkuat agar pengelolaan air dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Selain itu, implementasi regulasi dan pengawasan terhadap berbagai pelanggaran perlu dilaksanakan secara lebih konsisten.

Keberhasilan Pengelolaan Sungai Tidak Bergantung Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sungai tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah maupun pengelola sumber daya air.

Keterlibatan komunitas peduli sungai menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat, melakukan edukasi lingkungan, memantau kondisi sungai, mencegah pencemaran, serta menggerakkan kegiatan konservasi di tingkat tapak.

Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, PJT I menjalankan pengelolaan daerah aliran sungai, manajemen kuantitas dan kualitas air, pengelolaan lingkungan sungai, pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air, serta pengelolaan dan mitigasi banjir di wilayah kerjanya.

Melalui partisipasi dalam Konferensi Sungai Indonesia 2026, pihak PJT I menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan komunitas peduli sungai di seluruh Indonesia guna menjaga sungai sebagai sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang.

Pewarta: *Ivania

Iklan
Iklan