748 Orang Jadi Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, 20 Masih Dirawat

SUARAMALANG.COM, Sidoarjo – Jumlah pasien yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo terus bertambah.

Data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 748 pasien hingga Jumat (4/9/2026) pagi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 728 pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan secara rawat jalan. Sementara 20 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

“Sebanyak 728 pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. 20 pasien masih menjalani rawat inap atau MRS,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, Jumat (4/9/2026).

Korban Mengalami Mual, Muntah hingga Pusing

Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin mengonsumsi makanan MBG pada Selasa (1/9/2026) siang.

Makanan tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. SPPG tersebut diketahui menyuplai makanan MBG untuk 19 lembaga pendidikan.

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, dan pusing.

Para pasien kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo. Pendataan dilakukan berdasarkan pasien yang datang dan mendapatkan pelayanan di rumah sakit, puskesmas, dokter praktik swasta, maupun bidan.

Baca Juga:  Prabowo dan Gibran Hadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang

Jumlah pasien tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan pemantauan terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan.

SPPG Kalitengah Disuspend, Kepala Dapur Dicopot

Menindaklanjuti kejadian tersebut, operasional SPPG Kalitengah dihentikan sementara. Badan Gizi Nasional (BGN) juga mencopot Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho.

Wakil Kepala BGN Trenggono menyampaikan keputusan tersebut saat menjenguk pasien yang masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

“Sudah, begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot,” kata Trenggono.

Penghentian sementara operasional SPPG dilakukan setelah munculnya kasus dugaan keracunan yang melibatkan penerima manfaat MBG dari sejumlah lembaga pendidikan.

Sampel Makanan dan Muntahan Pasien Diperiksa

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Petugas telah mengambil sejumlah sampel untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Sampel yang diperiksa meliputi bahan makanan yang disajikan dalam menu MBG serta muntahan pasien.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kandungan atau kontaminasi tertentu yang berkaitan dengan munculnya gejala pada para pasien.

Baca Juga:  59 Santri Diduga Tertimbun Reruntuhan Ponpes Sidoarjo, Proses Evakuasi Gunakan Alat Berat

Dengan demikian, dugaan bahwa makanan MBG dari SPPG Kalitengah menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Menu MBG yang Dikonsumsi Korban

Menu MBG yang dikonsumsi para penerima manfaat pada Selasa (1/9/2026) terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel.

Makanan tersebut kemudian didistribusikan kepada penerima manfaat di 19 lembaga pendidikan yang menjadi cakupan layanan SPPG Kalitengah.

Sementara itu, penanganan terhadap pasien masih berlangsung di sejumlah fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan juga terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah keseluruhan pasien yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG tersebut.

Iklan
Iklan