Karhutla TNBTS Meluas hingga 742,7 Hektare, 168.800 Liter Air Belum Hentikan Bara

SUARAMALANG.COM, Jawa Timur – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Hingga Senin, 10 Agustus 2026, luas kawasan terdampak telah mencapai 742,70 hektare.

Angka tersebut menunjukkan skala kebakaran yang terus membesar di kawasan konservasi tersebut. Api bahkan bergerak menuju wilayah Probolinggo dan kawasan Penanjakan di Kabupaten Pasuruan.

Api Bergerak ke Luar Malang

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut vegetasi terbakar cukup beragam. Cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar menjadi bagian dari area yang terdampak.

Pergerakan api ke sejumlah wilayah membuat tim gabungan harus membagi konsentrasi penanganan. Mereka mengandalkan operasi darat sekaligus operasi udara untuk menekan penyebaran api.

Di darat, petugas membuat sekat bakar dan membasahi kembali sisa bara api. Armada tersebut berasal dari TNBTS, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, Damkar Kota Surabaya, serta Basarnas.

Menurut Sadono, operasi darat berhasil mengamankan batas wilayah Kabupaten Malang dari bara api. Penanganan kemudian berlanjut di kawasan Dingklik dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kota Pasuruan, dan relawan.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Pimpin Apel Pagi ASN Pemprov Jatim Pasca Libur Lebaran, Tekankan Kebijakan WFH sebagai Upaya Efisiensi dan Pastikan Kinerja Pelayanan Publik Tetap Maksimal

Ratusan Ribu Liter Air Dikerahkan

Penanganan dari udara juga terus berlangsung melalui operasi water bombing. BNPB mengerahkan tiga helikopter dengan registrasi PK-DBM, PK-DAP, dan PK-DAN secara bergantian sesuai prosedur.

Hingga Senin, total air yang telah dijatuhkan ke kawasan terdampak mencapai 168.800 liter. BPBD Jawa Timur juga menyiagakan drone water spray untuk membasahi titik panas di kawasan savana.

Namun, besarnya volume air yang dikerahkan belum serta-merta menghentikan perluasan kawasan terdampak. Kondisi medan dan cuaca masih menjadi tantangan utama bagi tim gabungan di lapangan.

Sadono mengatakan kabut tebal dan asap pekat mengganggu jarak pandang petugas. Tiupan angin kencang juga mempercepat penjalaran api sekaligus mengurangi efektivitas penerbangan water bombing.

Seluruh Akses Wisata Bromo Ditutup

Situasi tersebut akhirnya mendorong TNBTS mengambil langkah tegas untuk membatasi aktivitas wisata. Seluruh pintu masuk kawasan Bromo ditutup sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

BACA JUGA  Survei Tunjukkan DPR Belum Dipercaya Publik, LIRA Nilai Pilkada via DPRD Berisiko

Penutupan berlaku bagi seluruh jalur masuk, mulai Cemorolawang di Probolinggo, Wonokitri di Pasuruan, hingga Jemplang dan Coban Trisula di Malang. Jalur Senduro di Lumajang juga masuk dalam kebijakan penutupan tersebut.

Kebijakan itu menjadi bagian dari mitigasi sekaligus upaya menjaga keselamatan pengunjung. Di tengah luas kebakaran yang terus bertambah, kawasan wisata Bromo kini harus menghadapi konsekuensi langsung dari karhutla yang belum sepenuhnya terkendali.

Iklan
Iklan