Bupati Sanusi Lepas 32 Pramuka  ke Jamnas XII 2026, Tekankan Ketahanan Pangan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Sebanyak 32 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten Malang resmi diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Pelepasan kontingen dilakukan Bupati Malang M. Sanusi di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (11/8/2026). Kontingen berangkat pada hari yang sama dan dijadwalkan mengikuti Jamnas yang berlangsung 13–20 Agustus 2026, sebelum direncanakan kembali ke Malang pada 21 Agustus 2026. Jadwal dan lokasi pelaksanaan Jamnas tersebut sesuai petunjuk pelaksanaan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Malang Amarta Faza, S.T., M.Sos., mengatakan keberangkatan kontingen merupakan hasil persiapan dan seleksi yang dilakukan secara bertahap.

Menurut Faza, 32 peserta yang diberangkatkan merupakan perwakilan Kabupaten Malang. Selain itu, terdapat dua Pramuka berkebutuhan khusus yang turut mengikuti kegiatan Jamnas sebagai bagian dari semangat inklusivitas Gerakan Pramuka.

“Keberangkatan adik-adik bukan hanya menjaga nama baik diri sendiri maupun gugus depan, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Malang,” kata Faza.

Ia memberikan tiga pesan utama kepada peserta, yakni menjaga diri, menjaga keselamatan dan kesehatan, serta menjaga kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Cibubur.

Faza berharap Jamnas tidak hanya menjadi ajang berkegiatan, tetapi juga kesempatan bagi para peserta untuk memperluas wawasan, pengalaman dan jaringan persaudaraan dengan Pramuka dari berbagai daerah.

“Harapannya adik-adik bisa menambah wawasan, kemudian menambah pergaulan. Momen Jamnas ini insyaallah akan menjadi momen yang akan dikenang oleh adik-adik hingga nanti ke depannya,” ujarnya.

Peserta Mengikuti Seleksi Berjenjang

Kwarcab Kabupaten Malang telah melakukan persiapan melalui sekitar enam kali kegiatan pelatihan sebelum kontingen diberangkatkan.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk membekali peserta menghadapi berbagai kegiatan yang akan mereka ikuti selama Jamnas. Menurut Faza, jenis kegiatan di arena Jamnas cukup beragam dan peserta akan mengikuti kegiatan berdasarkan pembagian serta buku saku yang diterima selama pelaksanaan.

BACA JUGA  Pemkab Malang dan Agriterra Perkuat Koperasi Pertanian Demi Kesejahteraan Petani

“Setiap anggota regu pasti akan mengikuti dan mewakilkan individunya untuk mengikuti kegiatan yang ada berdasarkan buku saku yang nanti didapatkan pada waktu kegiatan Jambore di Cibubur,” jelasnya.

Peserta juga telah melalui proses seleksi berjenjang, mulai dari gugus depan, Kwartir Ranting hingga Kwarcab. Peserta yang dinilai memiliki kemampuan dan memenuhi kriteria kemudian dipilih untuk memperkuat kontingen Kabupaten Malang.

Pramuka Harus Menjadi Agen Perubahan

Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi menegaskan keberangkatan kontingen bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kepercayaan dan amanah kepada putra-putri terbaik Kabupaten Malang untuk membawa nama daerah di tingkat nasional.

Sanusi meminta peserta memanfaatkan Jamnas sebagai ruang untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, keterampilan dan kemandirian.

Jamnas XII 2026 sendiri mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”. Tema tersebut secara resmi tercantum dalam petunjuk pelaksanaan Jamnas XII 2026.

“Tema tersebut sangat relevan dengan tantangan bangsa kita saat ini. Karena itu, saya berpesan kepada anak-anak semua, tunjukkan kreativitas dan inovasi Kabupaten Malang di tingkat nasional,” ujar Sanusi.

Sanusi kemudian mengaitkan tema Jamnas dengan berbagai program ketahanan pangan yang dikembangkan Pemkab Malang. Salah satunya ketahanan pangan berbasis siswa di SMP Negeri 1 Wajak yang disebutnya sebagai pilot project untuk menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak dini.

Ia juga memaparkan sejumlah potensi pangan dan pertanian Kabupaten Malang, mulai dari padi, tebu Bululawang atau BL, alpukat, kentang, ikan nila hingga pengembangan garam rakyat di wilayah Malang Selatan.

Menurut Sanusi, berbagai potensi tersebut harus dikenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pelaku inovasi.

BACA JUGA  Penyelidikan Perusakan Portal Bendungan Lahor Malang Berlanjut, Pelaku Segera Dipanggil Polisi

“Jadilah agen perubahan atau agent of change, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Peserta Harus Promosikan Pariwisata 

Sanusi juga meminta para peserta memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Malang ketika berinteraksi dengan Pramuka dari berbagai daerah.

Ia menyebut sejumlah destinasi, seperti Gunung Bromo, pantai-pantai di Malang Selatan, wisata paralayang Poncokusumo, Coban Sewu atau Tumpak Sewu, Gunung Semeru dan Gunung Kawi.

Menurutnya, Jamnas menjadi kesempatan strategis bagi generasi muda Kabupaten Malang untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.

“Ketika bergaul dan berkolaborasi dengan Pramuka se-Indonesia, tunjukkan bahwa di Malang banyak destinasi wisata yang luar biasa,” pesannya

Jamnas Sarana Menunjukkan Kemampuan Potensi Daerah

Sanusi juga meminta jajaran Kwarcab dan pembina memastikan para peserta memiliki bekal keterampilan yang cukup, termasuk kemampuan berinovasi, kreativitas, kemandirian dan pengenalan potensi daerah.

Ia berpesan agar peserta menjaga disiplin, kekompakan dan menjadi teladan selama berada di arena Jamnas.

“Jadilah teladan di sana. Tunjukkan karakter Pramuka Kabupaten Malang yang disiplin, mandiri, kreatif, inovatif, sopan dan mampu bekerja sama. Bawa nama harum Kabupaten Malang,” katanya.

Dengan keberangkatan 32 Pramuka Penggalang Kabupaten Malang, Kwarcab berharap Jamnas XII tidak berhenti sebagai pengalaman mengikuti perkemahan nasional. Para peserta diharapkan pulang membawa wawasan, keterampilan dan jejaring baru untuk kemudian dikembangkan di gugus depan masing-masing.

Pewarta: *Deni Robi/Halim

Iklan
Iklan