SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Kades Kemiri Wijiati membantah dugaan pemerasan uang Rp1 juta.
Uang tersebut berkaitan dengan motor milik keluarga Ajeng Okta yang sebelumnya hilang.
Keluarga Ajeng sebelumnya mengaku diminta membayar Rp1 juta setelah motor ditemukan.
Persoalan itu kemudian ramai di media sosial dan masuk laporan polisi.
Kades Kemiri Jelaskan Dugaan Pemerasan
Kades Kemiri Wijiati menyebut uang Rp1 juta bukan untuk kepentingan pribadi.
Menurut Wijiati, uang itu merupakan hasil kesepakatan keluarga Ajeng dengan pemerintah desa.
Kesepakatan tersebut berkaitan dengan warga yang membantu mencari motor yang hilang.
“Saya sampaikan ke ibunya Ajeng melalui perangkat saya akhirnya sepakat tidak ada paksaan,” kata Wijiati, Sabtu (26/9/2026).
Wijiati juga menegaskan uang tersebut tidak masuk untuk dirinya.
“Waktu saya ketemu itu juga saya sampaikan kalau uang ini bukan buat saya tapi buat anak-anak yang cari,” ujarnya.
Uang Rp1 Juta Bukan Syarat Ambil Motor
Kades Kemiri juga membantah adanya syarat pembayaran sebelum motor bisa dibawa pulang.
Ia mengaku justru heran ketika keluarga tidak langsung membawa motor tersebut.
“Tidak ada seperti itu, malah saya kaget kenapa motornya tidak dibawa pulang setelah motornya ketemu,” bantah Wijiati.
Wijiati juga menjelaskan rencana pengembalian uang tersebut kepada keluarga Ajeng.
Pengembalian itu akan dilakukan jika warga berinisial B terbukti mencuri motor tersebut.
“Nanti kalau warga saya yang berinisial B yang sedang kita curigai mencuri itu terbukti uangnya akan saya kembalikan,” tuturnya.
Kades Kemiri Sebut Ada Kesepakatan Keluarga
Menurut Kades Kemiri, keluarga Ajeng telah mengetahui tujuan pemberian uang tersebut.
Wijiati menyebut keluarga memilih menerima kesepakatan karena motor mereka berhasil ditemukan.
“Orang tuanya Ajeng juga sudah bilang tidak apa-apa yang penting motornya kembali,” tambahnya.
Namun, keluarga Ajeng memiliki keterangan berbeda terkait uang tersebut.
Keluarga sebelumnya mengaku mendapat permintaan pembayaran Rp1 juta untuk mengambil motor.
Perbedaan keterangan itu kini menjadi bagian dari persoalan yang perlu diperiksa.
Dugaan Pemerasan Masuk Laporan Polisi
Dugaan pemerasan tersebut kemudian masuk laporan kepada pihak kepolisian.
Persoalan itu juga mencuat setelah akun Instagram @viralforjusticemlg mengunggah pengaduan keluarga.
Dalam unggahan tersebut, keluarga korban juga mengaku mendapat intimidasi dari aparat desa.
Polisi perlu memeriksa keterangan kedua pihak untuk mengurai duduk perkara tersebut.
Pemeriksaan juga dapat memastikan tujuan uang Rp1 juta tersebut.
Kades Kemiri Tidak Lapor Balik
Kades Kemiri menyayangkan persoalan tersebut berkembang menjadi laporan dugaan pemerasan.
Meski begitu, Wijiati menyatakan tidak akan melaporkan keluarga Ajeng.
“Ya kami menyayangkan, tidak ada kami mau lapor balik, bagaimanapun dia juga warga saya,” katanya.
Wijiati memilih menjelaskan versinya mengenai upaya pemerintah desa membantu pencarian motor.
“Saya akan sampaikan cerita sebenarnya, bagaimana kami membantu semaksimal mungkin agar motor ayahnya bisa kembali,” pungkasnya.














