Dinas PUSDA Bongkar Cor Beton Keruk Sedimentasi dan Sampah yang Hambat Aliran Sungai Singosari

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Persoalan pendangkalan Sungai Klampok di kawasan Pasar Singosari, Kabupaten Malang, segera ditangani. Pemerintah menyiapkan alat berat untuk membongkar cor beton sekaligus mengeruk sedimentasi yang menghambat aliran air menuju lahan pertanian.

Rencana normalisasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Camat Singosari. Pertemuan itu melibatkan perwakilan dinas teknis, pengelola parkir, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Dalam rapat tersebut dipastikan alat berat atau bego bisa masuk ke lokasi. Namun, sejumlah fasilitas yang berada di bagian depan saluran harus terlebih dahulu digeser atau dikosongkan agar tidak mengganggu mobilisasi alat berat.

Camat Singosari menegaskan kesiapan lokasi menjadi salah satu syarat penting sebelum pengerjaan dimulai.

“Yang penting ini betul-betul sudah siap (kanopi digeser-red). Alat-alat baru bisa masuk,” kata Camat Singosari.

Setelah lokasi siap, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) akan melaksanakan pekerjaan teknis normalisasi. Berdasarkan hasil pembahasan, pengerjaan diarahkan dapat dilakukan sekitar Selasa atau Rabu, setelah kesiapan lokasi dikoordinasikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Empat Tokoh Anggota DPRD dan Pengurus Cabor Resmi Daftar untuk Berebut Posisi Ketua KONI Kabupaten Malang

Kepala UPT Pusda  Singosari, Edy Tri, menjelaskan kondisi Sungai Klampok mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Kondisi tersebut membuat aliran air menuju kawasan pertanian terganggu.

Sedimentasi dan Sampah Hambat Aliran Air

Selain sedimentasi, keberadaan sampah juga menjadi persoalan. Sampah yang menyumbat aliran sungai disebut tidak hanya berasal dari kawasan Pasar Singosari, tetapi juga dapat terbawa arus dari wilayah lain.

“Kerja sama dari semua pihak di pasar untuk menjaga kebersihan aliran sungai diperlukan dan saling mengingatkan,” ujarnya.

Rencana normalisasi tersebut mendapat dukungan dari pengelola parkir Pasar Singosari. Koordinator Parkir Pasar Singosari, Aswiyantono, berharap pengerukan dapat mengembalikan kelancaran aliran air sekaligus memungkinkan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

“Intinya mendukung proses ini, air bisa mengalir, sedimentasinya sudah dibersihkan atau dikeruk, kemudian teman-teman bisa kembali bekerja,” katanya.

Tak hanya pengerukan, pembenahan konstruksi saluran juga menjadi perhatian. Salah satu solusi yang diharapkan dapat diterapkan yakni mengganti cor beton penutup saluran dengan sistem penutup yang dapat dibuka-tutup.

Baca Juga:  Belum Bersertifikat, SPPG Desa Sukosari Malang Sosialisasi Cegah Keracunan MBG

Normalisasi Saluran Air yang Tersumbat

Langkah tersebut dinilai akan memudahkan proses pemeriksaan dan pembersihan apabila saluran kembali mengalami pendangkalan maupun tersumbat sampah.

Dengan normalisasi ini, Sungai Klampok diharapkan kembali berfungsi optimal sebagai saluran pengairan. Di sisi lain, aktivitas masyarakat dan parkir di sekitar Pasar Singosari juga diharapkan tetap dapat berjalan tanpa terganggu persoalan saluran air.

Pemerintah bersama pengelola pasar dan masyarakat pun diharapkan menjaga kebersihan sungai agar persoalan sedimentasi dan sampah tidak kembali menghambat aliran air.

Pewarta: *Deni Robi