Khofifah Tanam 1.000 Pohon Bersama Santri PPSN VI di Malang

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan santri peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 menanam 1.000 pohon di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan sekaligus kampanye “sedekah oksigen”.

Khofifah mengatakan menanam pohon merupakan langkah sederhana yang dapat memberi manfaat bagi ekosistem. Karena itu, ia mendorong para santri menjadikan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda perkemahan, tetapi kebiasaan yang dibawa pulang ke pesantren dan daerah masing-masing.

“Saya lebih menyebut kegiatan menanam ini sebagai upaya kita melakukan sedekah oksigen. Wujud cinta lingkungan salah satunya ya dengan menanam pohon,” ujar Khofifah.

Empat Jenis Pohon Dipilih Sesuai Kondisi Lahan

Sebanyak 1.000 bibit yang ditanam terdiri dari 300 pohon mangga, 300 pule, 300 tabebuya, dan 100 pohon maja. Pemilihan jenis tanaman tersebut tidak dilakukan secara sembarangan.

Baca Juga:  Drama Pembatalan AJB hingga Laporan Etik: Sengketa Tanah 4.578 m² Masuk Sidang

Khofifah menjelaskan, karakteristik lahan menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis pohon sekaligus titik penanamannya. Sebelumnya, pihak pesantren berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Jawa Timur untuk menentukan tanaman yang sesuai dengan kondisi topografi.

“Topografi tanahnya cocok untuk itu, ya. Orang nanam itu kan nggak asal nanam. Ini cocok di sini, ini cocok di sini,” kata Khofifah.

Pada kegiatan tersebut, Khofifah secara simbolis menanam pohon maja. Ia menggunakan pacul untuk menutup lubang tanaman, kemudian menyiram bibit dan memasang penyangga bambu agar pohon tetap berdiri.

Santri Didorong Jadikan Menanam sebagai Kebiasaan

Menurut Khofifah, pelibatan santri dalam aksi penghijauan memiliki nilai penting. Pengalaman merawat tanaman dapat mengajarkan kesabaran, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap alam.

“Anak-anak santri kita ajak mencintai lingkungan dengan cara sederhana, yaitu menanam. Jangan sampai cinta lingkungan hanya berhenti di pengetahuan, tetapi harus menjadi budaya dan kebiasaan,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan gerakan tersebut dengan upaya Jawa Timur memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dan Persetujuan Paris.

Baca Juga:  Bupati Malang Buka Pertandingan Sepak Bola Antar Pemerintahan di Stadion Kanjuruhan

Aksi penanaman berlangsung di tengah PPSN VI yang mempertemukan santri pramuka dari berbagai daerah. Kegiatan itu diharapkan memberi pengalaman langsung kepada peserta untuk membawa praktik menjaga lingkungan ke pesantren dan daerah asal mereka.

Selain Khofifah, kegiatan dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kanwil Kemenag Jawa Timur, Bupati Malang M. Sanusi, serta jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Malang.