UMKM  

UMKM Malang Berpeluang Go Global, Ini yang Harus Disiapkan

Produk UMKM makanan lokal yang disiapkan untuk memasuki pasar ekspor. (foto: Ilustrasi)

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Peluang UMKM Malang Raya untuk membawa produk lokal ke pasar global semakin terbuka. Pemerintah memperkuat fasilitasi ekspor dengan memperluas akses pasar sekaligus mendorong pelaku usaha memahami standar dan persyaratan negara tujuan.

Peluang tersebut relevan bagi pelaku UMKM kuliner di Malang Raya yang memiliki beragam produk khas, mulai dari keripik buah, olahan apel, tempe, hingga kopi. Tantangannya kini bukan hanya menghasilkan produk yang laku di pasar lokal, tetapi memastikan produk tersebut memenuhi persyaratan ketika masuk pasar internasional.

Dari Produk Oleh-oleh Menuju Pasar Ekspor

Karakter produk kuliner Malang sebenarnya memiliki modal untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas. Produk berbasis buah, kopi, makanan olahan, dan pangan khas daerah dapat memiliki nilai tambah ketika dikemas sebagai produk siap jual dengan standar yang sesuai kebutuhan pasar tujuan.

Namun, kemampuan produksi belum otomatis membuat sebuah UMKM siap ekspor. Pelaku usaha juga perlu memahami ketentuan negara tujuan, kualitas produk, keamanan pangan, kemasan, dokumen perdagangan, hingga persyaratan karantina apabila komoditas yang dikirim termasuk produk yang memerlukan pemeriksaan.

Pemerintah melalui Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan saat ini memperluas akses pasar ekspor bagi UMKM melalui InaExport. Platform tersebut menyediakan kanal Cek Ekspor yang dapat digunakan pengusaha untuk memperoleh informasi mengenai akses pasar luar negeri.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa ekspor tidak hanya soal menemukan pembeli. Pelaku usaha perlu memastikan produknya memang siap memenuhi persyaratan pasar yang dituju.

Baca Juga:  Menggandeng 102 UMKM, Alfamart Menyiapkan Ribuan Paket Makanan untuk Program Ramadan

Standar Karantina Jadi Bagian Penting

Bagi UMKM makanan dan produk pertanian olahan, pemahaman mengenai karantina menjadi salah satu bagian penting sebelum mengejar pasar ekspor.

Setiap negara dapat memiliki persyaratan berbeda terkait keamanan, mutu, pengemasan, pelabelan, hingga dokumen produk. Karena itu, pelaku UMKM sebaiknya tidak menunggu sampai mendapatkan pesanan dari luar negeri untuk mulai mempelajari ketentuannya.

Langkah pertama dapat dimulai dengan menentukan negara tujuan. Setelah itu, pelaku usaha perlu memeriksa persyaratan produk di negara tersebut, menyiapkan legalitas dan dokumen yang dibutuhkan, memastikan proses produksi konsisten, serta menyesuaikan kemasan dan informasi produk.

Untuk produk pangan, konsistensi kualitas juga menjadi faktor penting. Produk yang berhasil dikirim sekali belum tentu mampu mempertahankan pasar apabila kualitas, kapasitas produksi, atau pemenuhan standar berubah pada pengiriman berikutnya.

Pemerintah sendiri menekankan bahwa upaya membawa produk lokal ke pasar dunia harus diikuti penyesuaian terhadap standar dan persyaratan ekspor di masing-masing negara tujuan. Tujuannya bukan hanya membuat produk masuk pasar global, tetapi juga menjaga daya saing dan keberlanjutannya.

Skenario Go Global untuk UMKM Malang

Bagi UMKM Malang Raya, strategi ekspor dapat dimulai secara bertahap. Produk tidak harus langsung mengejar pasar dalam jumlah besar. Pelaku usaha dapat memilih satu produk unggulan, menentukan negara tujuan yang paling sesuai, kemudian mempelajari kebutuhan pasar dan persyaratan masuknya.

Setelah kesiapan produk terpenuhi, akses digital dapat dimanfaatkan untuk mencari calon pembeli. Pemerintah juga telah menyediakan berbagai program pengembangan kapasitas ekspor. Kementerian Perdagangan, misalnya, menyelenggarakan pelatihan yang mencakup pencarian buyer internasional, pemanfaatan marketplace global, pemasaran digital, pembayaran internasional, hingga logistik ekspor.

Baca Juga:  MFF 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Malang: “Ini Salah Satu Barometer Ekonomi Kreatif”

Platform SMEsta milik Kementerian UMKM juga menyediakan kanal khusus ekspor dan impor, termasuk akses pasar serta panduan bagi pelaku UMKM.

Artinya, peluang untuk membawa produk Malang ke pasar global semakin terbuka, tetapi kesiapan usaha tetap menjadi penentu. Kreativitas produk perlu berjalan bersama dengan legalitas, standar mutu, kapasitas produksi, kemasan, logistik, dan kemampuan memenuhi aturan negara tujuan.

Jika seluruh unsur tersebut dapat dipenuhi, produk seperti kopi, keripik buah, olahan apel, maupun makanan khas Malang memiliki peluang untuk berkembang dari sekadar produk oleh-oleh menjadi komoditas yang dipasarkan lintas negara.

Tantangan terbesar UMKM Malang bukan lagi sekadar membuat produk yang enak dan menarik. Tantangannya adalah mengubah produk lokal menjadi produk yang memenuhi standar global tanpa kehilangan identitas daerah.