SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Persaingan sengit terjadi pada papan atas Indonesia Super Fight 4 di Kota Malang. Puslatda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya keluar sebagai juara umum.
Kontingen DIY mengungguli Puslatda Jawa Timur (Jatim) dengan selisih hanya satu medali emas. Kedua kontingen sama-sama mengoleksi 16 medali dalam kejuaraan tersebut.
DIY Unggul Satu Medali Emas
Puslatda DIY memimpin klasemen setelah mengumpulkan sembilan emas, empat perak, dan tiga perunggu. Raihan tersebut membawa mereka ke posisi teratas dengan total 16 medali.
Jatim harus puas menempati posisi kedua setelah mengamankan delapan emas, empat perak, dan empat perunggu. Jumlah medali Jatim juga mencapai 16 keping.
Posisi ketiga ditempati Satu Academy dengan koleksi enam emas, empat perak, dan satu perunggu. Kontingen tersebut mengumpulkan total 11 medali.
Hasil itu menunjukkan ketatnya persaingan antarkontingen pada kejuaraan tersebut. Selisih satu emas membuat posisi puncak baru ditentukan melalui perolehan akhir.
Jatim Turunkan 20 Atlet
Wakil Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur, Hendra Prastiyawan, menilai persaingan berlangsung sangat ketat.
Menurut dia, selisih medali pada papan atas memperlihatkan atmosfer kompetisi yang kuat. Jatim pun tetap mengapresiasi pencapaian para atletnya.
Jatim turun dengan kekuatan penuh dalam ajang perebutan Piala Ketua Umum Pengprov TI Jatim tersebut. Kontingen itu membawa 20 atlet dengan komposisi enam atlet senior dan 14 atlet junior.
“Terima kasih atas pencapaian luar biasa untuk atlet Puslatda TI Jatim dengan perolehan Juara Umum ke-2 pada kejuaraan Indonesia Super Fight Piala Ketua Umum Pengprov TI Jatim,” ungkap Hendra.
Ia menyebut kejuaraan tersebut tidak sekadar mengejar hasil pada papan medali. Jatim juga menjadikannya sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.
“Event ini kami gunakan untuk mengasah dan mempertajam jam terbang para atlet Jawa Timur agar lebih siap menghadapi berbagai event penting ke depannya,” katanya.
Menurut Hendra, pengalaman tersebut penting untuk menghadapi persaingan pada level nasional maupun internasional. Karena itu, hasil Indonesia Super Fight 4 menjadi bagian dari evaluasi pembinaan Jatim.
Indonesia Super Fight 4 berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang, pada 2-4 Oktober 2026. Kejuaraan tersebut sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi para atlet menuju agenda berikutnya.














