Pasar Besar Malang Masih Berisiko, Pemkot Pertimbangkan Bongkar Total

SUARAMALANG.COM, Kota Malanf – Masa depan pasar Malang masih belum memiliki kepastian. Kondisi bangunan dan instalasi listrik menjadi perhatian Pemerintah Kota Malang.

Risiko Keselamatan Jadi Perhatian

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut dua pilihan untuk kondisi pasar tersebut. Pemerintah dapat melakukan rehabilitasi atau membongkar bangunan secara total.

Risiko kebakaran menjadi salah satu pertimbangan utama. Sebelumnya, kebakaran juga sempat terjadi di kawasan pasar.

Kondisi fisik bangunan turut menjadi perhatian pemerintah. Air dapat masuk ketika hujan turun. Beberapa bagian konstruksi juga dinilai mengalami penurunan.

“Kami tidak ingin dengan jangka pendek ini nanti akan timbul-timbul permasalahan yang tidak kita inginkan,” ujar Wahyu.

Pedagang Tetap Perlu Kepastian

Wahyu meminta P3BM dan Hipama kembali membahas masa depan pasar. Pembahasan itu tidak hanya menyangkut kondisi bangunan.

Baca Juga:  Pertandingan Sepakbola di Stadion Gajayana Kembali Marak Menandai Kembali Kebangkitan Sepakbola

Nasib pedagang juga menjadi pertimbangan pemerintah. Mereka membutuhkan kepastian jika pasar menjalani perubahan besar.

“Jangka pendek ini nanti tidak akan menyelesaikan masalah. Pedagang kan juga kasihan, mereka harus dibawa ke mana,” katanya.

Pemkot Tawarkan Skema KPBU

Pemkot Malang juga menyiapkan alternatif melalui skema KPBU. Usulan kerja sama dengan badan usaha telah disampaikan kepada kementerian.

Wahyu mengatakan skema tersebut tidak otomatis menambah beban pedagang. Pemerintah masih menghitung pola pembiayaan yang sesuai.

“Ini juga untuk kepentingan pedagang, bukan untuk kepentingan kami,” tegasnya.

Pemerintah kini harus menentukan pilihan berdasarkan kondisi pasar. Kesepakatan sementara dinilai belum cukup untuk menghilangkan risiko.