SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Hujan mulai berpeluang turun di sejumlah wilayah Malang Raya pada Oktober 2026, tetapi intensitasnya diperkirakan masih rendah pada awal bulan. BMKG Karangploso memprediksi peningkatan curah hujan baru mulai terlihat menjelang akhir Oktober.
Prakirawan BMKG Karangploso Retno Wulandari mengatakan, hujan yang muncul pada akhir September hingga awal Oktober belum menunjukkan pola musim hujan yang merata. Curah hujan di wilayah Malang secara umum masih diperkirakan berada di bawah 20 milimeter.
“Akhir September atau awal Oktober untuk wilayah Malang diprediksi umumnya curah hujannya masuk kategori rendah (<20 mm),” kata Retno kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Hujan Masih Tipis pada Awal Oktober
Prediksi tersebut sejalan dengan Peta Prediksi Deterministik Curah Hujan Dasarian Jawa Timur yang diperbarui BMKG pada 20 September 2026. Dalam periode Dasarian III September hingga Dasarian II Oktober, sebagian besar wilayah Malang Raya masih berada pada kategori curah hujan 0-10 milimeter hingga 11-20 milimeter.
Artinya, hujan memang mulai memiliki peluang turun, tetapi volumenya belum cukup besar untuk menjadi penanda bahwa seluruh wilayah Malang Raya memasuki musim hujan secara bersamaan.
Kondisi ini membuat perubahan cuaca pada awal Oktober perlu dibaca secara bertahap. Munculnya hujan dalam beberapa hari tidak otomatis berarti periode kering telah berakhir sepenuhnya.
Curah Hujan Mulai Naik Menjelang Akhir Oktober
Sinyal perubahan lebih jelas diperkirakan terjadi pada Dasarian III Oktober. Sejumlah wilayah Malang mulai diprediksi masuk kategori curah hujan 21-50 milimeter.
Meski begitu, BMKG mengingatkan kondisi atmosfer masih dinamis. Perkembangan dalam beberapa pekan ke depan dapat memengaruhi pola dan intensitas hujan di masing-masing wilayah.
Retno menyebut kondisi kering yang masih berlangsung salah satunya berkaitan dengan fenomena El Niño. Berdasarkan pemantauan terbaru BMKG, fenomena tersebut diprediksi bertahan hingga awal 2027 dan saat ini menunjukkan penguatan.
“Tahun ini terjadi fenomena El Niño, berdasarkan pemantauan terbaru BMKG, fenomena El Niño diprediksi masih bertahan hingga awal 2027 dan saat ini menunjukkan penguatan,” ujarnya.
Warga Diminta Hemat Air dan Waspadai Kebakaran
Situasi tersebut membuat masyarakat Malang Raya perlu tetap bersiap menghadapi periode dengan curah hujan rendah. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu perhatian, terutama di wilayah yang masih menghadapi kondisi lahan kering.
BMKG mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama periode minim hujan. Lahan yang mengering juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kebakaran ketika terdapat sumber api.
Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di area terbuka dan mengikuti perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, datangnya Oktober belum otomatis menandai berakhirnya periode kering di Malang Raya.














