SUARAMALANG.COM, KOTA MALANG – Yayasan Rumah Solusi memilih jalur berbeda untuk menjaga kegiatan sosial kemanusiaannya tetap berjalan. Yayasan tersebut tidak menjadikan open donasi sebagai sumber utama pembiayaan kegiatan.
Ketua Yayasan Rumah Solusi Hermin Susanti mengatakan, pilihan itu muncul dari keinginan menjaga kemandirian yayasan. Karena itu, pengurus terus mencari cara agar kegiatan sosial tetap berjalan tanpa bergantung pada sumbangan publik.
Bangun Sumber Dana Mandiri
Yayasan Rumah Solusi kini mengembangkan usaha digital printing sebagai salah satu penopang kegiatan sosial. Usaha tersebut menggunakan nama Rumah Printing dan berada di bawah pengelolaan yayasan.
Hermin mengatakan, yayasan juga memiliki donatur tetap dari internal pengurus. Relasi keluarganya turut mendukung kegiatan sosial yang selama ini mereka jalankan.
“Kami tidak ingin terikat dengan siapapun. Kami benar-benar memikirkan bagaimana kegiatan sosial kemanusiaan tetap berjalan tanpa hal tersebut,” kata Hermin.
Menurut Hermin, pilihan mandiri itu membuat pengurus harus memikirkan sumber pembiayaan secara serius. Mereka kemudian membangun usaha yang dapat berjalan sekaligus membuka lapangan kerja.
“Alhamdulillah, baru-baru ini kami dapat membangun kantor dari dana pribadi. Kami juga membuka usaha Digital Printing bernama Rumah Printing,” ujarnya.
Lewati Masa Sulit Sejak Berdiri
Yayasan Rumah Solusi berdiri pada 14 Februari 2023. Dalam perjalanannya, yayasan menghadapi berbagai tantangan untuk mempertahankan kegiatan sosial.
Hermin menyebut kondisi sulit sempat membuat perjalanan yayasan terseok-seok. Namun, pengurus tetap mempertahankan komitmen menjalankan kegiatan kemanusiaan.
“Yang namanya terseok-seok telah kami alami. Hal tersebut mampu kami lewati berkat kesolidan, keteguhan, dan keikhlasan,” ungkapnya.
Hermin menilai ketiga hal tersebut menjadi modal penting bagi pengurus. Terutama saat yayasan harus menjalankan kegiatan sosial tanpa mengandalkan open donasi.
Rumah Printing Mulai Buka Lapangan Kerja
Seiring perkembangan yayasan, Rumah Printing kini ikut berkembang sebagai unit bisnis. Usaha tersebut telah mempekerjakan tujuh orang dari wilayah sekitar Kecamatan Tajinan.
Selain tenaga kerja, Yayasan Rumah Solusi juga mengandalkan relawan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan. Saat ini terdapat 15 relawan yang terlibat dalam aktivitas yayasan.
Yayasan Rumah Solusi juga memiliki empat unit ambulans untuk menunjang pelayanan sosial. Hermin mengatakan pihaknya melibatkan sejumlah tenaga medis dalam operasional layanan tersebut.
“Kami mempekerjakan pemuda di sekitar Kecamatan Tajinan. Kami juga memiliki 15 relawan dan beberapa tenaga medis untuk empat unit ambulans,” pungkas Hermin.
Dengan model tersebut, Yayasan Rumah Solusi mencoba menjaga kegiatan sosial melalui kombinasi usaha, dukungan internal, relawan, dan jejaring. Mereka memilih membangun sumber daya sendiri agar kegiatan kemanusiaan tetap berkelanjutan.












