Demam Padel Makin Meluas, Berapa Biaya Bangun Satu Lapangan?

SUARAMALANG.COM – Padel kini tidak hanya menarik perhatian para pencinta olahraga. Lapangan padel juga mulai bermunculan di berbagai kota.

Fenomena itu membuka peluang bisnis baru. Namun, membangun satu lapangan padel membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Lantas, berapa biaya yang perlu disiapkan untuk membuat satu lapangan padel?

Biaya Satu Lapangan Bisa Ratusan Juta

Estimasi biaya pembangunan satu lapangan padel berada di kisaran ratusan juta rupiah. Angkanya bergantung pada spesifikasi, lokasi, desain, dan material yang digunakan.

DetikProperti mengutip kontraktor Rebwild Construction yang memperkirakan biaya konstruksi sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta per lapangan.

Angka tersebut sudah mencakup dinding kaca, pagar jaring, serta biaya tenaga kerja. Namun, biaya itu belum termasuk rangka penutup lapangan.

Dengan demikian, calon pengelola perlu menghitung kebutuhan lain sebelum menentukan total modal. Harga akhir juga dapat berubah sesuai kondisi proyek.

Ada Paket Lapangan Mulai Rp300 Jutaan

Estimasi lain datang dari Bloomberg Technoz. Media tersebut mencatat paket lapangan padel siap pakai mulai sekitar Rp300 juta per unit.

Paket tersebut dapat mencakup struktur pagar baja, kaca tempered, flooring, dan instalasi. Namun, spesifikasi setiap penyedia jasa dapat berbeda.

Vendor Lux Padel Indonesia juga mencantumkan harga Rp285 juta untuk model Classic. Harga tersebut sudah termasuk pemasangan.

Vendor itu menyebut harga tersebut belum termasuk ongkos kirim dan transportasi tim pemasangan. Karena itu, harga paket tidak selalu sama dengan total modal proyek.

Lapangan Padel Berukuran 10 x 20 Meter

Biaya pembangunan juga berkaitan dengan kebutuhan ruang. Ukuran standar lapangan padel mencapai sekitar 10 x 20 meter.

Arsitek Denny Setiawan mengatakan kebutuhan lahan tidak berhenti pada ukuran lapangan. Klub juga membutuhkan ruang pendukung bagi pemain.

Baca Juga:  Quiet Living dan Soft Life Jadi Tren Gen Z Indonesia, Mengapa Semakin Diminati?

Fasilitas tersebut dapat berupa area tunggu, ruang ganti, toko perlengkapan, ruang pelatih, dan kafetaria.

Menurut Denny, klub padel idealnya memiliki lahan minimal sekitar 1.000 meter persegi. Kebutuhan itu tentu meningkat jika jumlah lapangan bertambah.

Kaca dan Struktur Menjadi Komponen Penting

Lapangan padel memiliki karakter berbeda dari lapangan olahraga raket biasa. Dinding kaca menjadi bagian penting dalam permainan.

Selain kaca, konstruksi membutuhkan struktur baja dan sistem lantai yang sesuai. Lampu juga diperlukan jika lapangan beroperasi pada malam hari.

Beberapa desain menggunakan atap atau struktur penutup. Komponen tersebut dapat menambah biaya secara signifikan.

Karena itu, angka Rp300 juta atau Rp500 juta sebaiknya tidak dianggap sebagai harga mutlak. Calon pengelola tetap membutuhkan rancangan anggaran berdasarkan kondisi lokasi.

Lokasi Bisa Mengubah Total Modal

Biaya lapangan bukan satu-satunya persoalan ketika seseorang ingin membuka bisnis padel. Lokasi juga menentukan besarnya investasi.

Tanah dengan kondisi tertentu membutuhkan pekerjaan persiapan sebelum konstruksi dimulai. Sistem drainase juga perlu diperhitungkan sejak awal.

Selain itu, pengelola perlu memperhatikan akses kendaraan dan kebutuhan parkir. Fasilitas pendukung tersebut ikut menentukan kelayakan sebuah klub.

DetikProperti juga mengingatkan persoalan kebisingan jika lapangan berada dekat permukiman. Struktur dan desain bangunan dapat memengaruhi suara yang keluar dari area permainan.

Modal Lapangan Belum Berarti Modal Bisnis

Angka pembangunan satu lapangan sering menjadi perhatian utama. Padahal, investasi bisnis padel tidak berhenti setelah konstruksi selesai.

Pengelola masih membutuhkan biaya untuk operasional, perawatan, listrik, kebersihan, pemasaran, dan tenaga kerja.

Pegadaian dalam artikel edukasinya pada Februari 2026 memperkirakan biaya operasional bulanan bisnis lapangan padel sekitar Rp30 juta hingga Rp50 juta.

Baca Juga:  Panduan Memilih Kurma: Ciri-ciri Kurma Palsu dan Cara Membedakannya

Angka tersebut mencakup kebutuhan seperti gaji karyawan, listrik, perawatan fasilitas, serta pemasaran. Besarannya tetap bergantung pada skala usaha dan tingkat okupansi.

Kenapa Lapangan Padel Terlihat Menggiurkan?

Popularitas padel membuat bisnis penyewaan lapangan ikut mendapat perhatian. Model bisnisnya juga dapat dikembangkan melalui pelatihan, turnamen, dan kegiatan komunitas.

Namun, tingginya minat olahraga tidak otomatis menjamin sebuah lapangan selalu ramai. Pengelola tetap harus menghitung harga sewa, tingkat keterisian, biaya perawatan, dan biaya lahan.

Perhitungan tersebut penting karena modal awalnya cukup besar. Kesalahan memperkirakan kebutuhan lahan atau fasilitas dapat membuat investasi membengkak.

Jadi, Berapa Modal untuk Satu Lapangan?

Jika hanya menghitung konstruksi lapangan, kisarannya dapat berada di sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta. Angka itu belum tentu mencakup seluruh kebutuhan sebuah klub.

Model lapangan, spesifikasi material, penutup, kondisi tanah, lokasi, dan fasilitas pendukung dapat mengubah angka tersebut.

Dengan kata lain, membangun satu lapangan padel bukan sekadar membeli paket konstruksi. Ada banyak komponen yang perlu dihitung sebelum proyek dimulai.

Di tengah maraknya lapangan padel, pertanyaan pentingnya bukan hanya berapa biaya membangunnya. Calon pengelola juga perlu menghitung berapa biaya untuk membuat lapangan tersebut tetap hidup.