SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Sebanyak 118 warga mengikuti pelatihan desain grafis yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang untuk memperkuat keterampilan komunikasi visual. Pelatihan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Mini Block Office Balai Kota Malang, Rabu (23/9/2026), tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas masyarakat.
Para peserta merupakan warga yang masuk dalam usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026. Mereka mendapat materi dasar desain grafis, mulai dari pemilihan warna, tipografi, hingga komposisi visual.
Desain Grafis Bukan Sekadar Membuat Visual Menarik
Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo Kota Malang Indhira Dwi Nanda mengatakan kemampuan desain grafis tidak hanya berkaitan dengan aspek estetika. Keterampilan tersebut juga berperan dalam menyampaikan pesan secara efektif melalui komunikasi visual.
“Desain grafis bukan hanya tentang bagaimana membuat sesuatu terlihat menarik, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan secara efektif. Karena itu, pemahaman dasar desain menjadi bekal penting yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing peserta,” ujar Indhira.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat pembekalan dari Widodo Handani atau yang dikenal sebagai Doddy Bening. Materi diarahkan pada pemahaman dasar yang dapat digunakan untuk membuat materi komunikasi lebih menarik sekaligus mudah dipahami.
Kemampuan komunikasi visual juga semakin relevan ketika informasi disebarkan melalui berbagai kanal digital. Penguasaan unsur visual dapat membantu masyarakat menyusun informasi yang lebih terarah sesuai karakter media dan audiens.
Diskominfo Malang Siapkan Pelatihan dengan Beragam Materi
Pelatihan desain grafis menjadi salah satu bagian dari rangkaian program peningkatan keterampilan yang diselenggarakan Diskominfo Kota Malang. Materi lain yang diberikan mencakup pelatihan MC dan protokoler, jurnalistik dan pewarta warga, pengelolaan media sosial, public speaking, serta dasar fotografi dan videografi.
Indhira mengatakan berbagai pelatihan tersebut disiapkan agar masyarakat memiliki kesempatan memperkuat kapasitas sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.
“Melalui berbagai pelatihan yang kami selenggarakan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilannya,” katanya.
Penguatan keterampilan desain juga membuka ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri setelah pelatihan berakhir. Bekal mengenai warna, tipografi, dan komposisi dapat diterapkan untuk kebutuhan komunikasi komunitas, usaha, organisasi, maupun aktivitas personal.
Karena itu, manfaat pelatihan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Kemampuan yang diperoleh peserta dapat terus diasah melalui praktik dan diterapkan pada kebutuhan nyata di lingkungan masing-masing, termasuk saat membuat materi komunikasi yang membutuhkan pesan singkat namun tetap mudah dipahami.
Secara dasar, desain grafis merupakan bidang yang memanfaatkan elemen visual untuk menyampaikan informasi atau pesan. Pemahaman prinsip tersebut menjadi fondasi sebelum peserta mengembangkan keterampilan ke teknik dan kebutuhan desain yang lebih spesifik.














