Kemenpar Gelar AK-RT 2026, Bidik Peningkatan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Diah M. Paham membuka konferensi ASEAN-Korea Roundtable in Tourism (AK-RT) 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (Foto: Dok Kemenpar)

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan konferensi ASEAN-Korea Roundtable in Tourism (AK-RT) 2026 pada 4–7 November 2026 di Jakarta. Forum ini digelar untuk memperkuat kerja sama pariwisata negara-negara ASEAN dan Korea Selatan sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan di kedua kawasan.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Diah M. Paham, mengatakan pertemuan tahun ini menjadi tahap lanjutan dari kerja sama yang sebelumnya dimulai di Da Nang, Vietnam, pada 2025.

Jika konferensi perdana berfokus pada pemetaan hambatan mobilitas wisatawan, AK-RT 2026 diarahkan pada pembahasan langkah konkret untuk memperluas pertukaran wisatawan antara Korea dan negara-negara ASEAN.

“Salah satu misi utama dari kolaborasi regional ini adalah memperluas pertukaran pariwisata dua arah antara Republik Korea dan negara-negara ASEAN. Targetnya adalah meningkatkan jumlah kunjungan dari 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang, sembari menjaga keseimbangan arus perjalanan di seluruh kawasan kita,” kata Diah saat membuka konferensi di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Menurut Diah, target tersebut sejalan dengan Rencana Strategis Kemenpar 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah mendorong transformasi pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif dengan melibatkan masyarakat lokal serta menjaga warisan budaya.

Empat Isu Utama Kerja Sama Pariwisata ASEAN-Korea

Dalam konferensi tersebut, para pemangku kepentingan dari ASEAN dan Korea, mulai dari pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, pakar, hingga media, membahas empat tantangan utama sektor pariwisata.

Baca Juga:  Profil Lengkap 11 Pejabat Baru Hasil Reshuffle Kabinet Prabowo, Ada Erick Thohir hingga Djamari Chaniago

Keempat fokus pembahasan meliputi peningkatan keamanan dan kemudahan perjalanan, penyempurnaan sistem untuk membangun kepercayaan wisatawan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia pariwisata, serta pemahaman terhadap keberagaman budaya.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan bahwa kawasan ASEAN menerima sekitar 147 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2025. Hampir 42 persen di antaranya merupakan wisatawan dari sesama negara ASEAN. Sementara itu, kunjungan wisatawan di kawasan ASEAN Plus Tiga mencapai sekitar 244 juta.

Kao menyebut Korea menjadi salah satu pasar sumber wisatawan penting bagi ASEAN, dengan lebih dari 9,6 juta wisatawan Korea mengunjungi kawasan tersebut setiap tahun.

Untuk mendukung pertumbuhan pariwisata, Kao mengusulkan tiga langkah utama, yakni memperkuat konektivitas agar manfaat pariwisata menjangkau kota-kota sekunder, mempercepat transformasi digital melalui pariwisata pintar dan layanan berbasis kecerdasan artifisial (AI), serta meningkatkan kapasitas masyarakat dan keterampilan tenaga kerja pariwisata.

Ia juga menyebut Rencana Kerja Kerja Sama Pariwisata ASEAN Plus Tiga 2026–2030 dapat menjadi platform untuk menerjemahkan berbagai rekomendasi tersebut menjadi program nyata.

Teknologi dan Pendidikan Pariwisata Ikut Disorot

Selain konektivitas dan mobilitas wisatawan, pemanfaatan teknologi digital dan AI turut menjadi perhatian dalam AK-RT 2026.

Ketua Dewan AI ASEAN, Ethel Agnes Pascua-Valenzuela, mengatakan perkembangan AI telah mengubah industri pariwisata, termasuk dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin imersif.

Menurutnya, institusi pendidikan perlu menyesuaikan kurikulum bidang pariwisata, perhotelan, manajemen, dan kewirausahaan agar selaras dengan perkembangan teknologi. Ia juga mendorong penerapan pendidikan pariwisata cerdas atau intelligent tourism education.

Baca Juga:  Istana Respons Polemik Penggeledahan dan Penjagaan Rumah Jampidsus, Minta Hormati Proses Hukum

Sementara itu, Direktur Eksekutif Biro MICE Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea, Hyunsun Hong, menilai pariwisata memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat dan memperkuat hubungan antarnegara.

Direktur International Passage to ASEAN (P2A) sekaligus Wakil Rektor Universitas Duy Tan, Prof. Dr. Lim Sang Taek, juga menyoroti belum seimbangnya arus wisatawan antara Korea dan ASEAN. Ia mendorong pengurangan hambatan perjalanan agar pertukaran wisatawan dapat berlangsung lebih seimbang dan saling menguntungkan.

Rangkaian AK-RT 2026 dijadwalkan ditutup melalui kegiatan technical tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 7 November 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik dan pengelolaan destinasi wisata di Indonesia.

Melalui forum ini, Kemenpar berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti oleh lembaga terkait sehingga memperkuat kemitraan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi industri pariwisata ASEAN dan Korea.