SUARAMALANG.COM, Jawa Timur – Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur mulai memperkuat pembinaan atlet menjelang Porprov Jatim 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Fokus utama diarahkan pada nomor seni gerak yang dinilai masih memiliki ruang peningkatan prestasi.
Langkah tersebut diwujudkan melalui coaching clinic yang diikuti atlet-atlet potensial dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya atlet Jawa Timur.
Kodrat Jatim menilai nomor seni gerak membutuhkan perhatian khusus. Selama ini, capaian atlet pada kategori tersebut belum sekuat nomor tarung yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Dalam pelatihan itu, atlet mendapatkan materi teknik secara langsung dari Sang Guru Rimba Dirgantara Drajat dan Sang Guru Putri Dara Mentari Drajat. Selain teknik, peserta juga dibekali penguatan mental bertanding dan pembentukan karakter.
Seni Gerak Jadi Prioritas Pembinaan
Ketua Harian Kodrat Jawa Timur, Hari Cahyo Pujono, mengatakan coaching clinic merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan. Program itu disiapkan untuk mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Coaching clinic ini kami gelar sebagai persiapan menuju Porprov dan juga PON. Kami ingin melahirkan atlet-atlet unggulan yang lebih siap dan kompeten untuk bersaing di level yang lebih tinggi,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Menurut Hari, peningkatan kualitas atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses latihan yang konsisten serta evaluasi berkelanjutan pada setiap aspek kemampuan atlet.
Ia mengakui bahwa nomor seni gerak masih menjadi pekerjaan rumah bagi Tarung Derajat Jawa Timur. Karena itu, pembinaan yang lebih terarah harus dilakukan sejak sekarang.
“Kami berharap setelah pelatihan ini kemampuan atlet meningkat, terutama di seni gerak. Targetnya tentu prestasi Jawa Timur bisa lebih maksimal di Porprov maupun PON,” katanya.
Regenerasi Atlet Mulai Disiapkan
Selain mengejar target prestasi jangka pendek, Kodrat Jatim juga mempersiapkan regenerasi atlet. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan prestasi Tarung Derajat Jawa Timur.
Pembinaan usia dini menjadi salah satu fokus organisasi. Dengan cara itu, atlet memiliki waktu lebih panjang untuk mengembangkan kemampuan teknik dan mental bertanding.
Kodrat Jatim optimistis program pembinaan yang berjalan saat ini akan menghasilkan atlet-atlet potensial. Mereka diharapkan mampu menjadi tulang punggung Jawa Timur pada berbagai kejuaraan mendatang.
Melalui penguatan seni gerak, organisasi berharap keseimbangan prestasi dapat tercipta di seluruh nomor pertandingan. Target akhirnya adalah meningkatkan kontribusi medali Jawa Timur di Porprov maupun PON.






















