Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Musrenbang Jatim 2027: Pendidikan-Kesehatan Diprioritaskan, Transportasi Jadi Kunci Pemerataan

Fokus Layanan Dasar Jadi Prioritas

Iklan

SUARAMALANG.COM, Jawa Timur – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musrenbang RKPD 2027 di Surabaya, Selasa (14/4/2026). Forum ini menegaskan arah pembangunan daerah ke depan.

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menekankan layanan pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Kedua sektor ini dinilai krusial bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Iklan

Infrastruktur Kesehatan Dikebut

Pemprov Jatim mempercepat penyelesaian sejumlah proyek rumah sakit. Di antaranya pembangunan fasilitas kesehatan di Pamekasan dan Jember.

Emil menyebut rumah sakit paru di Jember kini dikembangkan menjadi rumah sakit umum. “Ada rumah sakit di Jember, yang tadinya rumah sakit paru, sekarang jadi rumah sakit umum,” ujarnya.

Dengan tambahan tersebut, Jawa Timur akan memiliki lima rumah sakit daerah strategis. Lokasinya tersebar di Surabaya, Madiun, Malang, Madura, dan kawasan Tapal Kuda.

Anggaran Pendidikan Tertekan

Di sektor pendidikan, Pemprov Jatim menghadapi tantangan fiskal. Penyesuaian anggaran menyebabkan pengurangan kewenangan hingga Rp2,8 triliun.

Meski demikian, Emil memastikan komitmen pada pendidikan tetap kuat. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga pendidik.

“Investasi pendidikan dan kesehatan bukan sekadar bangunan fisik, tapi juga SDM yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Ketergantungan Pajak Jadi Tantangan

Emil mengakui struktur pendapatan daerah masih bergantung pada pajak kendaraan bermotor. Hal ini menjadi tantangan dalam pengelolaan anggaran pembangunan.

Pendapatan tersebut harus dibagi untuk berbagai kebutuhan. Di antaranya pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Inilah yang kita ingin menyeimbangkan,” jelas Emil. Ia menegaskan pentingnya distribusi anggaran yang proporsional.

Pemerataan Desa dan Kota

Musrenbang juga membahas kesenjangan pembangunan antara wilayah metropolitan dan desa. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi lebih merata.

Kawasan metropolitan tetap menjadi motor ekonomi. Sektor jasa, ekonomi kreatif, dan digital terus dikembangkan.

Namun pembangunan desa tidak boleh tertinggal. Integrasi ekonomi antarwilayah menjadi fokus kebijakan ke depan.

Transportasi Terintegrasi Jadi Solusi

Pemprov Jatim mendorong pengembangan sistem transportasi terintegrasi. Program seperti Trans Jatim diperluas di Surabaya Raya dan Malang Raya.

Selain itu, konsep transportasi maritim melalui TransJatim Laut juga disiapkan. Skema ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan.

Pengembangan kereta api juga terus berjalan. Proyek double track dan elektrifikasi kini masuk tahap kajian teknis dengan nilai kontrak Rp140 miliar.

Investasi Jangka Panjang

Emil menegaskan transportasi publik adalah investasi jangka panjang. Pembangunan harus dimulai sejak sekarang agar dampaknya terasa di masa depan.

“Transportasi publik ini investasi jangka panjang. Tidak boleh ragu, karena kalau tidak dimulai, tidak akan pernah maju,” pungkasnya.

Dengan fokus pada layanan dasar dan konektivitas, Pemprov Jatim berharap pembangunan 2027 lebih inklusif. Pemerataan ekonomi pun ditargetkan semakin nyata di seluruh wilayah.

Iklan
Iklan
Iklan