Ucapan Idul Adha - Pemkab Malang

Pujiharjo Jadi Tulang Punggung Produksi Layur Kabupaten Malang

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, terus memperkuat posisinya sebagai pusat produksi ikan layur terbesar di Kabupaten Malang. Wilayah pesisir di bagian selatan tersebut kini menyumbang sebagian besar hasil tangkapan layur yang dipasarkan dari Kabupaten Malang setiap tahunnya.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Malang menunjukkan produksi ikan layur daerah ini mencapai sekitar 6.000 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 ton berasal dari nelayan Pujiharjo, sedangkan sisanya dipasok dari kawasan pesisir lain, termasuk Sendangbiru.

Iklan

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyebut kontribusi Pujiharjo mencapai sekitar 83 persen dari total produksi layur Kabupaten Malang. Capaian tersebut menempatkan desa itu sebagai sentra perikanan layur paling dominan di wilayah setempat.

Menurut Victor, besarnya produksi tersebut menjadi capaian yang menarik mengingat Pujiharjo selama bertahun-tahun dikenal sebagai kawasan pesisir dengan akses yang belum semudah wilayah lain. Namun kondisi itu tidak menghalangi masyarakat nelayan untuk mengembangkan sektor perikanan secara signifikan.

Perkembangan tersebut terlihat dari pertumbuhan armada tangkap yang beroperasi di wilayah Pujiharjo. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, jumlah kapal nelayan mengalami peningkatan sangat tajam.

“Pada tahun 2017 hanya ada sekitar 30 kapal. Sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 300 kapal. Ini menunjukkan perkembangan ekonomi masyarakat nelayan yang luar biasa,” ujar Victor.

Peningkatan armada hingga sepuluh kali lipat tersebut dinilai menjadi indikator menguatnya aktivitas ekonomi berbasis perikanan di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang. Pertumbuhan itu juga mencerminkan meningkatnya kemampuan nelayan dalam memanfaatkan potensi sumber daya laut yang tersedia.

Faktor geografis disebut menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki Pujiharjo. Perairan di kawasan tersebut dikenal sebagai habitat dan jalur penangkapan ikan layur yang cukup melimpah sehingga memberikan keuntungan tersendiri bagi nelayan setempat.

Berbeda dengan nelayan di sejumlah daerah lain yang harus berlayar dalam waktu relatif lama untuk mencapai lokasi penangkapan, nelayan Pujiharjo dapat menjangkau area tangkap dalam jarak yang lebih dekat dari garis pantai mereka.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur yang mulai dilakukan pemerintah turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Sejumlah ruas jalan menuju kawasan selatan Kabupaten Malang kini telah mendapatkan penanganan secara bertahap.

Potensi besar sektor perikanan di Pujiharjo juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Salah satu bentuk dukungan yang telah direalisasikan adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang masuk dalam tahap awal program nasional dan telah selesai dibangun.

Pemerintah Kabupaten Malang selanjutnya berupaya memperkuat fasilitas pendukung sektor perikanan melalui pengembangan kawasan pelabuhan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi aktivitas nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir.

Victor menjelaskan salah satu agenda yang tengah didorong adalah penataan area tambat kapal di kawasan muara. Rencana itu dapat direalisasikan apabila pengerukan sedimentasi muara yang menjadi kewenangan pemerintah pusat berhasil dilakukan.

Apabila program tersebut berjalan, sekitar 300 kapal nelayan yang saat ini masih banyak bersandar di bibir pantai diharapkan dapat dipindahkan ke lokasi tambat labuh yang lebih memadai. Penataan itu diyakini akan membuat kawasan pesisir menjadi lebih tertib sekaligus meningkatkan umur operasional kapal nelayan.

“Harapan kami seluruh kapal nantinya bisa bersandar di muara. Selain lebih tertata, nelayan juga menginginkan tambat labuh berada di air agar kapal lebih awet dan tidak cepat rusak karena bergesekan dengan pasir,” pungkas Victor.

Iklan
Iklan
Iklan