SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota Malang mulai serius membenahi persoalan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di pinggir jalan kawasan padat penduduk. Langkah itu dilakukan setelah banyak keluhan masyarakat masuk dalam agenda “Roasting Kota Malang: Sambat Ae Rek”.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengatakan persoalan TPS tepi jalan kini menjadi perhatian utama karena berdampak langsung terhadap kenyamanan warga hingga arus lalu lintas.
“Kami menerima banyak laporan terkait TPS di pinggir jalan yang perlu segera dibenahi,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, sejumlah titik seperti TPS Borobudur, Sumbersari, Merjosari, hingga Muharto menjadi lokasi prioritas penanganan. Keluhan warga di titik tersebut dinilai terus berulang.
“Selain mengganggu pemandangan, itu juga menimbulkan bau tidak sedap dan memperparah kemacetan. Makanya harus segera ditangani,” tegasnya.
Relokasi TPS Mulai Dikaji
Pemkot Malang kini mulai mengkaji relokasi beberapa TPS yang dianggap sudah tidak representatif. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk menyusun konsep penataan yang lebih menyeluruh.
Ali menyebut skema relokasi masih dalam tahap pembahasan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Pemkot ingin memastikan lokasi baru lebih sesuai dan tidak memunculkan persoalan baru.
“Kami sedang menyusun skema penataan yang tepat, termasuk kemungkinan relokasi TPS agar lebih sesuai,” katanya.
Jadwal Angkut Sampah Diubah
Selain relokasi, Pemkot Malang juga menyiapkan perubahan jadwal pengangkutan sampah. Armada pengangkut nantinya diupayakan beroperasi di luar jam sibuk.
Langkah itu dilakukan agar aktivitas pengangkutan tidak memperparah kepadatan lalu lintas di pagi hari. Pemkot juga ingin menjaga kondisi kota tetap bersih sejak awal aktivitas masyarakat.
“Pengangkutan akan diupayakan sebelum pukul 07.00 atau setelah jam padat, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.
RT/RW Diminta Atur Ritme Buang Sampah
Ali turut menyoroti pola pembuangan sampah dari lingkungan warga yang sering dilakukan bersamaan. Kondisi itu dinilai memicu penumpukan sampah di TPS.
Karena itu, RT/RW diminta ikut mengatur jadwal gerobak sampah lingkungan agar tidak datang pada waktu yang sama, terutama saat jam sibuk.
“Gerobak sampah dari lingkungan harus diatur waktunya supaya tidak bersamaan di jam padat yang bisa memicu bau dan penumpukan,” ujarnya.
Armada Sampah dan TPS 3R Jadi Prioritas
Di sisi lain, Pemkot Malang juga mengakui masih ada armada pengangkut sampah yang kurang layak operasional. Perbaikan armada disebut akan segera dilakukan.
Untuk mendukung pembenahan pengelolaan sampah, Pemkot berencana mengoptimalkan retribusi sampah sebagai sumber pendanaan. Pengembangan TPS 3R juga terus didorong dengan memanfaatkan aset daerah yang tersedia.
“Kami akan menambah TPS 3R dengan memanfaatkan aset yang ada, karena pengelolaan sampah ini menjadi prioritas dan harus diselesaikan,” pungkasnya.
















