SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kisah haru datang dari calon jemaah haji (CJH) termuda Kota Malang tahun ini. Haidar Fata Rizki Santoso yang masih berusia 16 tahun akan berangkat ke Tanah Suci untuk menggantikan almarhum ayahnya.
Haidar menceritakan, kabar mengenai pelimpahan porsi haji itu ia terima beberapa hari setelah sang ayah meninggal dunia. Saat itu, ada pihak yang datang mengantarkan surat keberangkatan haji ke rumahnya.
Setelah berdiskusi dengan sang ibu, keluarga langsung mengurus proses pelimpahan ke Kementerian Agama (Kemenag). Awalnya, Haidar mengira ada batasan usia minimal 17 tahun untuk berangkat haji.
“Setelah dicek, ternyata ada aturan baru, usia 13 tahun sudah boleh. Akhirnya langsung diajukan,” ungkap Haidar.
Selama proses tersebut, dukungan juga datang dari lingkungan pondok tempat Haidar menimba ilmu. Ia mendapatkan izin untuk pulang serta difasilitasi dalam proses administrasi hingga manasik haji.
“Di pondok sangat mendukung, mulai dari foto pelimpahan sampai kegiatan manasik. Saya juga diberi izin untuk mengurus semuanya,” jelasnya.
Meski masih berusia muda, Haidar mengaku sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan berangkat haji. Ia menyebut, kesempatan tersebut belum tentu datang kembali di masa depan.
“Pastinya senang banget, karena belum tentu ke depan ada kesempatan lagi. Niatnya memang untuk menggantikan Ayah,” tuturnya.
Selain menghajikan sang ayah, Haidar juga memiliki niat lain selama di Tanah Suci. Ia berencana mendoakan seluruh anggota keluarganya saat menjalankan ibadah umrah.
“Saya ingin mewakilkan doa untuk Bunda, Ayah, adik, kakak, dan saya sendiri,” katanya.
Diketahui, Haidar merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia juga mengingat pesan almarhum ayahnya yang selalu meminta agar dirinya menjadi sosok mandiri dalam keluarga.
“Ayah selalu bilang, kalau sudah tidak ada, saya harus bisa mengurus semuanya di rumah,” kenangnya.
Di Tanah Suci nanti, Haidar juga memiliki doa khusus selain untuk sang ayah. Ia berharap seluruh keluarganya diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Ia juga memanjatkan harapan agar dapat diterima di perguruan tinggi yang diimpikan. Untuk pilihan kampus, Haidar menargetkan Universitas Brawijaya dengan jurusan Manajemen Bisnis.
Sementara itu, jika memilih di luar kota, ia tertarik melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) dengan jurusan Film.
Untuk persiapan keberangkatan, Haidar mengaku telah melakukan latihan fisik secara rutin. Ia menjalani olahraga lari setiap sore sesuai arahan dari KBIH dan Kemenag.
“Kalau untuk manasik dan ilmu ibadah, di pondok juga sudah diajarkan lengkap,” tambahnya.
Terkait dokumen, Haidar memastikan seluruh kebutuhan sudah siap. Mulai dari paspor hingga perlengkapan keberangkatan telah ia siapkan.
“Semua sudah lengkap, tinggal berangkat saja,” ujarnya.
Rencananya, Haidar akan berangkat ke Tanah Suci pada Kamis, 23 Mei 2026. Meski akan bergabung dengan jemaah yang lebih dewasa, ia mengaku tidak merasa cemas.
“Kalau ada yang butuh bantuan, pasti saya bantu. Saya juga gampang bergaul,” pungkasnya.























