Kecerdasan umumnya identik dengan kompetensi dan kemampuan berpikir yang kompleks. Tapi dalam beberapa kasus, kecerdasan justru terlihat dari kebiasaan-kebiasaan aneh dalam sehari-hari. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Intelligence menemukan, beberapa hal dapat mendorong orang dengan IQ tinggi ke dalam rutinitas dan kebiasaan yang ganjil.
Deretan Kebiasaan Unik Pemilik IQ Tinggi
Melansir dari Your Tango, terdapat sejumlah kebiasaan ganjil yang kerap dilakukan oleh orang dengan IQ tinggi dalam keseharian mereka.
Berikut adalah rincian kebiasaan tidak biasa tersebut berdasarkan berbagai temuan studi ilmiah:
1. Nyaman di Ruang Berantakan hingga Sering Berbicara Sendiri
Umumnya, ruang yang berantakan membuat otak tidak bisa berpikir dengan jernih. Namun, orang dengan IQ tinggi tampaknya tak terpengaruh dengan ruang yang berantakan. Orang yang bisa fokus berpikir dan tetap nyaman di dalam ruang yang berantakan cenderung lebih kreatif dan cerdas. Hal ini ditemukan dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science. Ruangan yang kacau tak membuat mereka stres. Sebaliknya, mereka cenderung mengabaikan kekacauan yang ada di depan mata demi memberi ruang untuk pemikiran dan kreativitas yang lebih kompleks.
Sementara itu, berbicara sendiri bukanlah tanda ‘gila’, melainkan salah satu kebiasaan orang-orang dengan IQ tinggi. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam The Quarterly Journal of Experimental Psychology, berbicara dengan diri sendiri dapat bermanfaat untuk fungsi kognitif. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan daya ingat, meningkatkan fokus dan konsentrasi, serta meningkatkan kejernihan pikiran.
2. Begadang dan Menikmati Waktu Sendiri
Studi yang dipublikasikan dalam BMJ Public Health menemukan, orang yang cenderung begadang memiliki keterampilan kognitif dan pemikiran kritis yang lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih produktif dengan bangun pagi. Dengan banyaknya informasi yang diproses dan disaring, orang cerdas biasanya tidur lebih sedikit daripada yang lainnya.
Selain itu, menghabiskan waktu seorang diri dapat meningkatkan pemikiran yang kritis, mendorong kreativitas, dan memungkinkan seseorang untuk memahami emosi sendiri. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of British Psychology menemukan, orang cerdas justru tak terlalu bahagia saat terlalu banyak bersosialisasi. Mereka merasa lebih puas dengan kesendirian yang dihabiskan untuk merenung dan menekuni hobi.
3. Mempertanyakan Banyak Hal, Sarkas, dan Sering Mengumpat
Orang cerdas cenderung lebih banyak bertanya. Saat berada di lingkungan sosial, misalnya, mereka tak cuma berperan sebagai pendengar yang aktif, tapi juga penanya andal yang didorong oleh rasa ingin tahu. Mereka selalu ingin tahu banyak hal, baik itu tentang subjek tertentu, orang lain, atau proses berpikir.
Di sisi lain, studi yang diterbitkan dalam Organizational Behavior and Human Decision Processes menunjukkan, sarkasme adalah ‘bentuk kecerdasan tertinggi’. Sarkasme dapat meningkatkan kreativitas.
Tidak hanya itu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Language Sciences menyebutkan, kecenderungan menggunakan kata-kata kasar memperlihatkan luasnya koleksi kosakata yang dimiliki oleh seseorang. Selain sebagai tanda kemampuan linguistik, mengumpat juga membantu orang meredakan ketegangan.
4. Mencorat-coret, Menunda, serta Menyukai Seni Abstrak dan Musik Instrumental
Suka mencorat-coret di kertas saat mengikuti rapat? Bisa jadi sebenarnya Anda adalah orang yang cerdas. Mencorat-coret membantu seseorang untuk fokus, mengingat informasi, dan meningkatkan kreativitas. Hal ini ditemukan dalam penelitian yang diterbitkan oleh Applied Cognitive Psychology.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Research in Psychology, orang dengan IQ tinggi juga cenderung sering menunda pekerjaan. Kebiasaan menunda ini dilakukan lantaran mereka belum menemukan formula terbaik, masih melakukan brainstorming, dan membayangkan proyek mereka secara kreatif.
Terakhir, seni abstrak cenderung memicu bagian otak yang terkait dengan kreativitas. Secara umum, orang-orang dengan kecerdasan tinggi lebih mengapresiasi seni seperti itu. Mereka menghargai tantangan dan keterlibatan dari sebuah karya yang tidak dijelaskan secara eksplisit. Ide yang sama juga berlaku pada musik instrumental yang tidak cuma bikin otak lebih fokus, tapi juga jadi kesempatan untuk orang-orang cerdas menelaah, memahami, dan mendengarkannya.















