Sejarah Pembantaian Rawagede dan Monumen Perjuangannya

Monumen Perjuangan Rawagede di Desa Balongsari, Karawang, menyimpan kisah kelam pembantaian warga tak bersenjata oleh tentara Belanda pada 9 Desember 1947.

Apa Saja Fakta di Balik Tragedi Pembantaian Rawagede?

Tragedi Pembantaian Rawagede bermula ketika pasukan Koninklijk Nederlands Indisch (KNIL) memasuki wilayah Rawagede pada pagi hari 9 Desember 1947 untuk memburu Kapten Lukas Kustaryo.

Selain itu, tentara Belanda mengumpulkan warga laki-laki di lapangan dan memaksa mereka mengaku. Tanpa ampun, tentara Belanda membombardir warga dengan senapan mesin tanpa proses pengadilan hingga merenggut 431 nyawa.

Bagaimana Peran Kapten Lukas Kustaryo dalam Peristiwa Tersebut?

Kapten Lukas Kustaryo merupakan komandan perang gerilya di Siliwangi yang sering menyerang pos-pos penjajah. Alhasil, ia menjadi pejuang paling dicari oleh KNIL.

Baca Juga:  Sejarah Hari Pohon Sedunia 21 November dan Asal-Usulnya

Keberadaan Lukas di Rawagede terungkap setelah seseorang membocorkannya kepada tentara Belanda. Meskipun demikian, rakyat biasa memilih menjaga martabat dan rela mati di hadapan penjajah demi menolak membocorkan persembunyian sang kapten.

Kondisi Monumen Perjuangan Rawagede Saat Ini

Di area belakang Monumen Perjuangan Rawagede, pengunjung dapat menemukan Taman Makam Pahlawan Sampurna Raga tempat dikuburnya sebagian korban pembantaian.

Tidak hanya itu, terdapat pula patung ikonik seorang ibu memeluk dua anaknya yang menjadi korban pembantaian di dalam kompleks monumen.

Ketua Pengurus Monumen Perjuangan Rawagede, Karyadi, menyatakan kebanggaannya dalam merawat situs bersejarah ini.

“Kami mendapatkan kepercayaan menjaga dan mengurus bangunan ini karena buat kami suatu kebanggaan. Adanya di desa kami, maka kami jaga dan kami rawat biar dikenang nanti sampai anak cucu kami,” ujar Karyadi kepada detikTravel, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga:  Dana Asing Kuasai 16,43 Persen Pendanaan Pindar, OJK Sebut Investor Global Masih Tertarik

Kini, Monumen Perjuangan Rawagede masih terbuka bagi pengunjung yang ingin mengenang para korban sekaligus mengetahui kisah sejarah di baliknya.

Iklan
Iklan