Berita  

OMC IKN Kejar Hujan, Karhutla Kaltim Capai 752 Hektare

SUARAMALANG.COM – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menghadapi musim kering. OIKN menggandeng BMKG, TNI AU, BPBD Kalimantan Timur, serta sejumlah instansi terkait.

Langkah itu menyasar kebutuhan air permukaan di kawasan IKN dan daerah penyangga. Pemerintah juga mengantisipasi meningkatnya risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

OMC Dijalankan untuk Jaga Ketersediaan Air IKN

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan fokus operasi tersebut. Menurutnya, OMC bertujuan menjaga ketersediaan air permukaan selama kondisi kering berlangsung.

Danis menjelaskan OMC menggunakan teknologi penyemaian awan untuk mengoptimalkan potensi hujan. Pelaksanaan operasi tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial.

“Saat ini kita memasuki musim kering akibat dampak El Nino. Salah satu yang perlu diantisipasi adalah ketersediaan air, sehingga dilakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya,” kata Danis dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Tim menjalankan OMC sejak Jumat (21/8) hingga Senin (24/8). Selama empat hari, TNI AU menerbangkan pesawat Casa 212 A-2105 sebanyak lima sortie dari Lanud Dhomber, Balikpapan.

Setiap penerbangan membawa sekitar 800 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam. Petugas menyebarkan bahan semai tersebut ke awan yang memenuhi kriteria.

Baca Juga:  Dana BOS SMP Kabupaten Malang Diduga Dipotong Dua Ribu Rupiah untuk Setoran ke MKKS, Pungli?

Peluang Hujan Terbatas di Tengah Musim Kering

Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan BMKG, Djoko Sumardiono, menyebut kondisi awan menjadi faktor utama operasi. Arah angin, kecepatan angin, serta waktu penyemaian juga menentukan hasil OMC.

Djoko menyebut Kaltim hampir dua pekan menghadapi kondisi tanpa hujan. Situasi itu membuat peluang pertumbuhan awan hujan semakin terbatas.

“Untuk operasi kali ini, perkembangan awan di wilayah perbatasan utara Kalimantan Timur cukup baik untuk dilakukan penyemaian. Secara historis tingkat keberhasilan OMC pada musim kemarau sekitar 30 persen karena awan potensial relatif sedikit,” ujar Djoko.

Meski peluangnya terbatas, operasi mulai menunjukkan hasil di sejumlah wilayah. Data hingga Senin (24/8) pukul 10.00 WITA mencatat hujan sekitar 20 milimeter di Long Lebusan, Mahakam Ulu.

Hujan juga turun di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara. Di IKN, muka air intake Sungai Sepaku turut naik dari +2,04 meter menjadi +2,05 meter.

Karhutla Kaltim Capai 752 Hektare

Kenaikan satu sentimeter itu menjadi perhatian karena Sungai Sepaku merupakan salah satu sumber air baku IKN. OIKN pun akan terus memantau kondisi hidrologis bersama instansi terkait.

Baca Juga:  Lelang 85 Kendaraan Dinas Surabaya, Target Rp6,3 Miliar!

Di sisi lain, BPBD Kalimantan Timur mengingatkan ancaman karhutla masih tinggi selama musim kemarau. Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mencatat 273 kejadian kebakaran lahan hingga Agustus 2026.

Total luas lahan terdampak mencapai sekitar 752 hektare. BPBD tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga memperkuat pencegahan dan edukasi masyarakat.

Buyung mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut mengikuti surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup.

OIKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan instansi terkait akan memantau perkembangan cuaca. Tim juga akan menyesuaikan operasi berikutnya dengan dinamika atmosfer dan ketersediaan awan potensial.

Iklan
Iklan