SUARAMALANG.COM, SORONG – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 4 Universitas Brawijaya (UB) mendorong pengembangan sistem agroforestri sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di kawasan transmigrasi Klamono Segun, Sorong.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan dan Pendampingan Agroforestri Intensif Kelompok Tani untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Klamono Segun, Sorong”. Kegiatan tersebut diikuti 104 peserta dari unsur pemerintah distrik, pemerintah kampung, aparat keamanan, penyuluh, kelompok tani, hingga masyarakat setempat.
Agroforestri Intensif Jadi Fokus Pendampingan
Dalam kegiatan tersebut, TEP 4 UB memperkenalkan sistem agroforestri melalui pemaparan Anggit Nur Wicaksono, S.Hut. Konsep tersebut diperkenalkan sebagai pendekatan untuk mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya lahan.
Anggota TEP 4 UB, Muhammad Harun Rasyid Al Habsyi, S.Hut., menjelaskan bahwa agroforestri intensif memadukan tanaman pertanian dan tanaman kehutanan dalam satu hamparan lahan.
Menurutnya, pola tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh hasil dari tanaman pertanian dalam jangka pendek sembari menunggu tanaman kehutanan memasuki masa panen.
“Secara singkat, sistem agroforestri intensif adalah perpaduan antara tanaman pertanian dengan kehutanan. Dalam lahan yang belum produktif, kita upayakan menjadi lahan produktif dengan menanam tanaman kehutanan, sementara di sela-selanya ditanami komoditas pertanian yang dapat dipanen sebelum tanaman kehutanan siap dipanen,” jelas Harun.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas lahan tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dalam pengelolaannya.
Kenalkan Rumah Persemaian Tangguh Iklim
Selain agroforestri, TEP 4 UB juga mengenalkan konsep Rumah Persemaian Tangguh Iklim. Materi tersebut disampaikan Firli Dwi Nur Cahyani, S.Hut., sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan bibit untuk pengembangan lahan pertanian di kawasan transmigrasi.
Rumah Persemaian Tangguh Iklim dirancang untuk mendukung penyediaan bibit sehat dan unggul yang lebih adaptif terhadap kondisi perubahan iklim.
Harun menjelaskan, fasilitas persemaian tersebut nantinya dapat digunakan sebagai tempat pembibitan sekaligus perawatan tanaman sebelum bibit ditanam pada lahan yang dikembangkan melalui demplot agroforestri.
Dengan ketersediaan bibit yang lebih baik, kelompok tani diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan sistem agroforestri secara berkelanjutan.
Siapkan Biochar hingga Teknik Grafting
Pendampingan TEP 4 UB tidak berhenti pada pengenalan agroforestri dan sistem persemaian. Tim juga menyiapkan sejumlah teknologi tepat guna yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Beberapa di antaranya adalah pembenahan kualitas tanah menggunakan biochar, pemanfaatan pupuk kompos berbahan material organik lokal Papua, serta teknik perbanyakan tanaman dan percepatan produksi buah melalui grafting.
Teknologi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kemudahan penerapan di tingkat masyarakat, sehingga inovasi yang diperkenalkan tidak hanya bersifat teoritis tetapi dapat dikembangkan dalam praktik pertanian sehari-hari.
“Kita memang tidak menjanjikan teknologi yang rumit atau teknologi yang kompleks, tetapi kita memang membawakan teknologi tepat guna yang insyaallah akan lebih mengena di masyarakat kawasan ini,” kata Harun.
Kolaborasi UB dan Kementerian Transmigrasi
Program Ekspedisi Patriot TEP 4 UB merupakan bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan serta menerapkan teknologi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat kawasan transmigrasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Klamono Segun.
“Dengan berjalan bersama dengan Kementerian Transmigrasi dan UB, kita mempunyai misi besar, kerja nyata, dan dampak nyata untuk Indonesia,” pungkas Harun.
Libatkan Pemerintah dan Kelompok Tani
FGD TEP 4 UB di Klamono Segun dihadiri berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan kawasan dan sektor pertanian. Di antaranya Kepala Distrik Klamono Oktofianus Kolin, S.Pd.K., M.M., kepala kampung, Bhabinkamtibmas, penyuluh pendamping lapangan sektor pertanian dan peternakan, kelompok tani, serta masyarakat Klamono Segun.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pola pendampingan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Kelompok tani dan masyarakat juga diharapkan dapat menjadi pelaku utama dalam penerapan teknologi yang diperkenalkan.
Tim TEP 4 UB diketuai Syamsul Arifin, S.P., M.Si. Tim tersebut beranggotakan Chintia Milanda, S.P., Firli Dwi Nur Cahyani, S.Hut., Nopi Sopiandi, S.P., Muhammad Harun Rasyid Al Habsyi, S.Hut., dan Anggit Nur Wicaksono, S.Hut.
Melalui pengembangan agroforestri, persemaian adaptif terhadap iklim, perbaikan kualitas tanah, serta penerapan teknologi pertanian tepat guna, TEP 4 UB berharap masyarakat Klamono Segun dapat mengoptimalkan potensi lahan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian secara berkelanjutan.
















