SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) melantik 18 dokter spesialis dari enam program studi, Kamis (4/9/2026). Pelantikan berlangsung di Auditorium Gedung GPP FK UB Lantai 6.
Pelantikan tersebut menandai selesainya pendidikan dokter spesialis sekaligus menjadi awal pengabdian profesional para lulusan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sebanyak 18 dokter spesialis yang dilantik berasal dari Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif, Dermatologi Venereologi dan Estetika, Jantung dan Pembuluh Darah, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Obstetri dan Ginekologi, serta Patologi Klinik.
Para dokter spesialis yang dilantik yakni dr. Abdulrahman Rizky Sulaiman, Sp.An-TI; dr. Alfan Rizki Nur Rohman, Sp.An-TI; dr. Numbi Akhmadi Teguh, Sp.An-TI; dr. Thalia Virgina Putri Suharli, Sp.DVE; dr. Anastasia Christine, Sp.JP; dr. Agung Tanian, Sp.K.F.R; dr. Fauzan Ahmad, Sp.K.F.R; dr. Ferdian Musthafa, Sp.K.F.R; dr. Nadia Kurniani Khairunnisa, Sp.K.F.R; dr. Syifa Marhatya Rizky, Sp.K.F.R; dr. Yuan Laura Puspitasari, Sp.K.F.R; dr. Heristanto, Sp.OG; dr. Amanda Yuanita Kusdjanto, Sp.PK; dr. Arna Adisaputra, Sp.PK; dr. Elita Riyu, Sp.PK; dr. Ifa Fauziah, Sp.PK; dr. Kevin Putro Kuwoyo, Sp.PK; dan dr. Septian Dwi Putra, Sp.PK.
Dekan FK UB Tekankan Profesionalisme dan Etika
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Brawijaya. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Departemen Kedokteran Spesialis dan Subspesialis FK UB, Prof. Dr. dr. Agustin Iskandar, M.Kes, Sp.PK(K).
Dekan FK UB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A(K), kemudian menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para dokter spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan pada bidang masing-masing.
Menurut Wisnu, kelulusan dari pendidikan dokter spesialis bukan menjadi akhir proses pembelajaran. Para lulusan justru memasuki tahap baru dengan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengembangkan kompetensi seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.
“Menjadi dokter spesialis berarti memiliki tanggung jawab yang semakin besar. Kompetensi yang telah diperoleh harus terus dikembangkan, karena ilmu kedokteran terus berkembang dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga semakin kompleks,” ujar Wisnu.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kompetensi profesional, integritas, dan etika dalam menjalankan tugas sebagai dokter spesialis.
“Junjung tinggi janji profesi yang telah diucapkan. Dalam setiap keputusan dan pelayanan yang diberikan, kepentingan serta keselamatan pasien harus menjadi perhatian utama. Profesionalisme, etika, dan kemauan untuk terus belajar harus menjadi bagian dari perjalanan Saudara sebagai dokter spesialis,” tambahnya.
Wisnu juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga hubungan dengan almamater dan berkontribusi terhadap pengembangan FK UB. Jejaring alumni, institusi pendidikan, rumah sakit, serta pemangku kepentingan bidang kesehatan dinilai penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Janji Dokter Spesialis dan Penyematan Pin
Prosesi inti pelantikan ditandai dengan pengucapan Janji Dokter Spesialis oleh para lulusan. Prosesi dilanjutkan dengan penyematan pin oleh Dekan FK UB sebagai simbol pengukuhan setelah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis.
Para lulusan selanjutnya diharapkan dapat menjalankan tanggung jawab profesional sesuai dengan kompetensi spesialis masing-masing serta mengutamakan keselamatan dan kebutuhan pasien dalam memberikan pelayanan.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B Subsp Onk (K), FINACS, FICS, MMRS, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para dokter spesialis baru.
Ia mengingatkan bahwa dunia pelayanan kesehatan terus menghadirkan tantangan yang dinamis sehingga dokter spesialis dituntut untuk meningkatkan kualitas diri dan memperbarui pengetahuan secara berkelanjutan.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, proses belajar tidak berhenti. Tantangan pelayanan kesehatan akan terus berubah. Karena itu, seorang dokter spesialis harus terus belajar, memperbarui kompetensi, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,” ujar Bachtiar.
Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kemampuan individual dokter, tetapi juga kemampuan membangun kerja sama dalam sistem pelayanan yang melibatkan berbagai profesi dan disiplin ilmu.
“Pelayanan kesehatan merupakan kerja bersama. Kolaborasi, komunikasi, dan sikap saling menghargai antarprofesi menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Jadilah dokter spesialis yang kompeten, profesional, dan tetap memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” pesannya.
Perkuat Sinergi FK UB dan RSSA
Kehadiran RSSA dalam pelantikan tersebut juga mencerminkan sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
Kolaborasi FK UB dan RSSA menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran klinis, pengembangan kompetensi, penelitian, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Acara juga diisi dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan dokter spesialis baru serta sambutan Ketua Alumni FK UB, Dr. dr. Aries Budianto, Sp.B-KBD.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sambutan Wakil Dekan FK UB, doa, Mars Panji Hijau Muda FK UB dan Hymne Guru, penyampaian ucapan selamat, serta penutupan.
Pelantikan 18 dokter spesialis tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten di berbagai bidang pelayanan.
Para lulusan membawa tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan ke dalam praktik profesional serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui penguatan pendidikan dokter spesialis, FK UB terus berkomitmen menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. FK UB juga mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit dan pemangku kepentingan, serta mengembangkan jejaring nasional dan internasional untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan kedokteran, dan pelayanan kesehatan.














