Berita  

Krakatau 1883 Bikin 36 Ribu Orang Tewas, Kisahnya Diangkat BBC

SUARAMALANG.COM, JAKARTA – Lebih dari 36 ribu orang tewas ketika Krakatau meletus dahsyat pada Agustus 1883. Tsunami menjadi salah satu penyebab utama korban dalam bencana yang mengguncang kawasan Selat Sunda tersebut.

Tragedi itu tidak berhenti sebagai catatan sejarah. BBC kemudian menghidupkan kembali rangkaian peristiwa tersebut melalui film dokumenter-drama Krakatoa: The Last Days pada 2006.

Film tersebut membawa penonton menuju hari-hari terakhir Krakatau sebelum gunung itu mengalami kehancuran besar. BBC memadukan rekonstruksi drama, catatan sejarah dan kesaksian untuk menggambarkan situasi saat itu.

Sam Miller menyutradarai film tersebut. Colin Heber-Percy, Michael Olmert dan Lyall B. Watson menyusun naskah yang menjadi dasar rekonstruksi peristiwa dalam film.

BBC memproduksi film tersebut bersama Discovery Channel, RTL Television dan France 2. Alan Eyres serta J. Gregory Smith bertindak sebagai produser, sedangkan BBC One menayangkannya pada 7 Mei 2006.

Cerita film juga menampilkan ahli geologi Belanda Rogier Verbeek. Sosok tersebut menjadi salah satu tokoh penting dalam upaya menggambarkan kondisi Krakatau berdasarkan catatan sejarah.

Aktivitas Krakatau sebenarnya sudah meningkat sejak Mei 1883. Smithsonian Global Volcanism Program mencatat rangkaian letusan terus berlangsung hingga mencapai fase paling dahsyat pada 26 dan 27 Agustus.

Baca Juga:  Dugaan Penyelewengan Dana BOS SDN Kendalpayak, Ditaksir Bisa Sebabkan Kerugian Hingga Ratusan Juta

Pada puncak erupsi, ledakan besar menghancurkan sebagian besar tubuh Krakatau. Material vulkanik kemudian memicu aliran piroklastik, hujan abu dan tsunami yang menerjang pesisir Jawa serta Sumatra.

NOAA mencatat tsunami mencapai sekitar 41 meter di wilayah Banten. Gelombang tersebut menghantam kawasan pesisir dan menghancurkan sedikitnya 165 permukiman.

USGS mencatat jumlah korban mencapai 36.417 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tsunami yang menyapu permukiman di sekitar Selat Sunda.

Letusan Krakatau juga menghasilkan kolom erupsi yang luar biasa tinggi. Data NOAA menyebut material letusan mencapai sekitar 80 kilometer ke atmosfer dan menyebar dalam area yang sangat luas.

Ledakan tersebut bahkan menghasilkan suara yang terdengar hingga wilayah yang mencakup lebih dari 10 persen permukaan Bumi. Material vulkanik yang masuk atmosfer juga memberikan pengaruh terhadap kondisi atmosfer dan suhu global.

Krakatoa: The Last Days mencoba membawa dampak tersebut ke dalam pengalaman manusia. Film tidak hanya memperlihatkan gunung yang meletus, tetapi juga menggambarkan kepanikan masyarakat ketika aktivitas Krakatau semakin sulit dikendalikan.

Baca Juga:  Libur Iduladha, Arus Kendaraan ke Malang Tembus 104 Ribu via Tol Pandaan-Malang

Letusan 1883 kemudian mengubah bentuk kawasan Selat Sunda. Runtuhnya sebagian besar tubuh Krakatau membentuk kaldera besar yang kemudian menjadi lokasi munculnya aktivitas vulkanik baru.

Pada 1927, gunung baru mulai muncul dari kawasan tersebut. Gunung itu kemudian dikenal sebagai Anak Krakatau dan terus menjadi bagian penting dari sejarah vulkanik Selat Sunda.

Karena itu, Krakatoa: The Last Days tidak hanya bercerita tentang letusan gunung. Film BBC tersebut juga mengingatkan bagaimana satu erupsi mampu mengubah kehidupan manusia dan bentang alam dalam skala sangat besar.