SUARAMALANG.COM, Malang – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Malang.
Penutupan tersebut berkaitan dengan kebakaran yang terjadi di kawasan Savana Pengol. Pengelola kawasan juga mempertimbangkan keselamatan pengunjung selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
Balai Besar TNBTS memberlakukan penutupan mulai Kamis, 10 September 2026. Belum ada batas waktu pembukaan kembali karena pengelola masih melihat perkembangan kondisi kebakaran dan keamanan kawasan.
Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, S.Hut., M.Sc, menegaskan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan kebutuhan penanganan kebakaran sekaligus keselamatan wisatawan.
“Untuk kelancaran upaya penanganan dan pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, maka kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang (Malang) ditutup untuk pengunjung,” demikian keterangan Rudijanta dalam pengumuman resmi TNBTS.
Akses Wisata Bromo Masih Dibuka dari Dua Jalur
Meski akses Jemplang ditutup, wisatawan masih dapat memasuki kawasan Bromo melalui Cemorolawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan.
Namun, pengelola memberikan batasan terhadap area yang dapat dikunjungi. Wisatawan hanya diperbolehkan beraktivitas hingga kawasan Laut Pasir.
Sementara itu, Savana Lembah Watangan juga ikut ditutup. Kebijakan tersebut berlaku selama proses penanganan kebakaran dan evaluasi kondisi kawasan.
“Savana Lembah Watangan ditutup,” tulis Rudijanta dalam pengumuman tersebut.
Akses Malang-Lumajang Tetap Bisa Dilalui
Penutupan kawasan wisata tidak berarti seluruh akses Malang menuju Lumajang ikut terhenti.
Balai Besar TNBTS memastikan jalur transportasi Malang-Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Senduro tetap dapat dilalui.
Kunjungan wisata ke Ranu Regulo juga masih dapat berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Meski begitu, masyarakat dan pengunjung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Pengelola juga mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu titik api baru di kawasan TNBTS.
Lokasi Kebakaran Hanya untuk Petugas
Balai Besar TNBTS membatasi akses menuju lokasi kebakaran. Area tersebut hanya dapat dimasuki petugas, mitra, dan relawan yang terlibat dalam penanganan.
Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak mendekati lokasi kebakaran. Pengelola juga meminta publik mengikuti perkembangan melalui informasi resmi Balai Besar TNBTS.
“Masyarakat dan pengunjung dimohon untuk tidak mendekati lokasi kebakaran serta senantiasa memperhatikan informasi resmi yang disampaikan oleh Balai Besar TNBTS,” kata Rudijanta.
Penutupan ini berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Balai Besar TNBTS akan mempertimbangkan perkembangan kebakaran dan faktor keamanan kawasan sebelum membuka kembali akses wisata dari Jemplang.














