Isu MBG Dihentikan Beredar, Pemkot Malang Tegaskan Masih Dibutuhkan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berhenti. Pemkot justru melihat kebutuhan penerima manfaat masih tinggi.

Penegasan itu muncul setelah informasi penghentian MBG kembali beredar di media sosial. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut informasi tersebut berasal dari pemberitaan lama.

Wahyu memastikan pelaksanaan MBG di Kota Malang tetap berjalan hingga saat ini. Ia juga menyebut pelaksanaan program tersebut berjalan aman tanpa persoalan yang mengganggu penerima.

“MBG sekarang tetap berjalan, aman. Dan Malang ini menjadi salah satu contoh MBG yang baik,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, Pemkot Malang tidak menemukan persoalan besar dalam pelaksanaan MBG. Kondisi itu membuat pemerintah tetap melanjutkan program bagi penerima manfaat.

“Tidak pernah ada sesuatu yang akhirnya membuat anak-anak yang menerima MBG ini menjadi pengeluh kesah dan lain-lain. Kita berjalan aman, lancar, tidak ada halangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengenal Indra Priawan Suami Nikita Willy Imam Salat di Kanada

Meski begitu, Pemkot Malang tidak menganggap kelancaran program sebagai alasan untuk menghentikan pengawasan. Pemerintah tetap mengevaluasi pelaksanaan MBG melalui Satgas MBG.

Satgas tersebut memantau penerapan SOP, mekanisme distribusi, serta pelaksanaan program di lapangan. Sekretaris Daerah Kota Malang juga memimpin satgas tersebut.

“Evaluasi terus. Karena kan ada Satgas-nya. Satgas-nya terus kita akan evaluasi terkait dengan SOP. Kita terus turun,” jelas Wahyu.

Wahyu menegaskan tim tersebut akan terus melakukan pengawasan untuk menjaga kualitas pelaksanaan MBG. Pemerintah juga memastikan setiap tahapan mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Satgas-nya kan diketuai oleh Pak Sekda, terkait dengan langkah-langkah SOP, mekanisme, dan lain-lain tetap kita pantau terus, kita awasi,” katanya.

Di tengah isu penghentian program, data penerima justru menunjukkan kebutuhan MBG di Kota Malang cukup besar. Hingga September 2026, jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 181 ribu orang.

Baca Juga:  Bupati Malang Lepas Jamaah Haji, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab di Tanah Suci

Jumlah tersebut mencakup peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Program juga menyasar kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Karena itu, Wahyu menilai MBG masih memiliki peran penting bagi masyarakat Kota Malang. Ia memastikan pemerintah tetap menjalankan program tersebut sembari memperkuat pengawasan.

“Sampai saat ini terbukti masih dibutuhkan terkait dengan itu,” pungkas Wahyu.