Universitas Brawijaya Kenalkan Desa Digital Budi, Wahana Teknologi Pertanian Masa Depan

SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan Desa Digital Budi sebagai wahana edukasi teknologi pertanian masa depan di Mega Science Center dan Budaya, Kota Batu. Zona interaktif ini memperkenalkan penerapan digital agriculture technology atau digital agtech melalui maket, perangkat teknologi, instalasi, dan permainan edukatif.

Kehadiran Universitas Brawijaya dalam wahana tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pendidikan dan industri untuk mengenalkan pemanfaatan data, sensor, Internet of Things (IoT), otomatisasi, hingga drone dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Kenalkan Peternakan dan Tambak Berbasis IoT

Salah satu instalasi utama Desa Digital Budi berupa maket peternakan ayam modern yang dikembangkan bersama Chickin Indonesia. Instalasi tersebut memperlihatkan penggunaan IoT untuk memantau suhu, kelembapan, kualitas udara, kebutuhan pakan dan air, hingga kondisi operasional kandang secara berbasis data.

Konsep peternakan cerdas itu kemudian dikemas dalam permainan edukatif agar lebih mudah dipahami anak-anak, pelajar, keluarga, dan masyarakat umum.

Teknologi perikanan juga diperkenalkan melalui maket tambak udang berbasis IoT hasil kolaborasi dengan JALA. Pengunjung dapat melihat bagaimana data digunakan untuk memantau kualitas air, mencatat kondisi tambak, mengatur pemberian pakan, hingga mendukung pengambilan keputusan selama proses budidaya dan panen.

Baca Juga:  Mujahadah Kubro PWNU Jatim, UNISMA Kerahkan SDM, Tim Medis, hingga Sediakan Parkir Bus Jamaah

Selain itu, pengunjung dapat mengenal teknologi drone pertanian melalui kolaborasi dengan Full Drone Solutions (FDS). Teknologi tersebut menggambarkan penerapan precision agriculture untuk pemetaan lahan, inspeksi tanaman, penyemprotan, pemupukan, dan pemantauan kondisi pertanian.

Drone Quest Jadi Media Belajar Interaktif

Edukasi teknologi drone diperkuat melalui Drone Quest, gim simulasi yang menempatkan pemain sebagai operator drone pertanian. Pemain menjalankan sejumlah misi, mulai dari memonitor lahan, menyiram tanaman, memberikan pupuk, hingga menangani gangguan hama.

Pendekatan tersebut membuat teknologi pertanian tidak hanya ditampilkan sebagai perangkat, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang lebih dekat dengan pengunjung. Data, sensor, IoT, dan otomatisasi diperkenalkan melalui aktivitas yang dapat dimainkan dan diamati secara langsung.

UB Dorong Hilirisasi Inovasi Pertanian

Desa Digital Budi merupakan hasil kolaborasi UB dengan Jawa Timur Park Group, Chickin, JALA, Full Drone Solutions, dan Let’s Play Indonesia. Kolaborasi tersebut mempertemukan perguruan tinggi dengan pelaku industri teknologi untuk memperkenalkan transformasi sektor pangan kepada masyarakat.

Bagi UB, wahana ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi inovasi dan transfer teknologi. Melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST), inovasi yang dikembangkan di lingkungan akademik didorong agar dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat lebih luas.

Baca Juga:  Antisipasi Perundungan, Satgas Khusus Dibentuk di Seluruh Sekolah Malang

Pembukaan wahana tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Batu Nurochman, jajaran kepala daerah, Forkopimda, akademisi, tokoh budaya, dan sejumlah pemangku kepentingan. Dari UB hadir Rektor Prof. Widodo, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Unti Ludigdo, Direktur DIKST Mohammad Iqbal, serta Kepala Subdirektorat Inovasi dan Transfer Teknologi Dias Satria.

Melalui Desa Digital Budi, Mega Science Center dan Budaya tidak hanya menjadi ruang untuk melihat teknologi, tetapi juga tempat masyarakat belajar dan mengenal arah perkembangan pertanian Indonesia yang semakin terhubung dengan data, sensor, IoT, drone, dan teknologi digital.