Namun, tren olahraga tidak pernah berhenti pada satu jenis permainan. Ketika sebuah olahraga mulai memiliki banyak pemain dan fasilitas, perhatian publik biasanya bergerak mencari pengalaman baru.
Pertanyaannya, olahraga apa yang berpeluang mengisi ruang tersebut?
Teqball Mulai Punya Modal Besar
Salah satu kandidat paling menarik adalah teqball. Olahraga ini memadukan keterampilan sepak bola dengan permainan di atas meja melengkung.
Pemain menggunakan kaki, kepala, dada, atau bagian tubuh lain untuk mengembalikan bola. Permainan tersebut dapat dilakukan secara tunggal maupun berpasangan.
Teqball bukan lagi sekadar olahraga eksperimental. Cabang ini telah mendapat pengakuan dalam ekosistem olahraga Indonesia. Pada 2026, teqball juga mendapat momentum besar melalui Asian Games Aichi-Nagoya.
Komite Olimpiade Asia memasukkan teqball sebagai cabang perebutan medali dalam Asian Games 2026. Panggung tersebut membuat olahraga yang relatif asing bagi masyarakat umum semakin mudah dikenali.
Indonesia juga tidak datang tanpa modal. Tim teqball Indonesia meraih lima medali pada SEA Games 2025. Hasil itu terdiri dari tiga perak dan dua perunggu.
Momentum tersebut membuat teqball punya sesuatu yang penting untuk menjadi tren. Olahraga ini memiliki unsur permainan, kompetisi, komunitas, dan tontonan.
Bukan Sekadar Olahraga, tetapi Pengalaman
Perubahan tren olahraga juga menunjukkan pergeseran cara masyarakat memilih aktivitas fisik. Orang tidak selalu mencari olahraga yang paling konvensional.
Mereka juga mencari permainan yang mudah dipelajari, bisa dilakukan bersama teman, dan menawarkan pengalaman sosial.
Fenomena padel dan pickleball memperlihatkan pola tersebut. Keduanya tumbuh bersama komunitas, fasilitas komersial, serta aktivitas olahraga yang bersifat rekreatif.
Laporan Liga.Tennis 2026 menunjukkan okupansi lapangan tenis berada di angka 80 persen. Padel mencapai 75 persen, sedangkan pickleball berada pada 41 persen.
Data tersebut berasal dari aktivitas hampir 100.000 pengguna pada tujuh klub Liga.Tennis selama 2025. Angka itu menunjukkan olahraga raket sudah berkembang menjadi ekosistem aktivitas sosial dan bisnis.
Karena itu, olahraga berikutnya berpeluang sukses jika mampu menawarkan pola yang serupa. Permainan harus mudah dicoba, menarik ditonton, dan memungkinkan terbentuknya komunitas.
Hybrid Fitness Mengubah Cara Orang Berolahraga
Kandidat lain datang dari luar olahraga raket. Namanya hybrid fitness.
Konsep ini menggabungkan kemampuan berlari dengan latihan fungsional. Peserta tidak hanya berlari, tetapi juga melakukan berbagai gerakan kekuatan dan daya tahan.
Format tersebut membuat olahraga terasa seperti kompetisi sekaligus latihan kebugaran. Peserta juga dapat mengukur hasil melalui waktu dan performa.
Model seperti ini menarik bagi masyarakat yang mulai bosan dengan rutinitas gym biasa. Latihan tidak berhenti pada angkat beban atau treadmill.
Peserta memiliki target yang lebih jelas. Mereka bisa berlatih untuk menyelesaikan tantangan tertentu dan membandingkan performanya dengan peserta lain.
Karakter tersebut membuat hybrid fitness berpotensi berkembang melalui komunitas. Polanya mirip dengan pertumbuhan olahraga baru lain yang mengandalkan pengalaman bersama.
Spikeball hingga Pickleball Versi Berikutnya
Di luar dua kandidat tersebut, terdapat pula olahraga yang masih berada dalam kategori niche. Salah satunya adalah spikeball.
Permainan ini menggunakan jaring berbentuk lingkaran yang ditempatkan dekat permukaan tanah. Pemain memukul bola ke arah jaring agar lawan kesulitan mengembalikannya.
Konsepnya sederhana dan membutuhkan ruang yang relatif fleksibel. Karakter seperti itu dapat menjadi keuntungan ketika olahraga baru mencoba membangun komunitas.
Ada pula olahraga yang memanfaatkan teknologi. Drone soccer, misalnya, menggabungkan kendali drone dengan permainan beregu di dalam arena.
Konsep seperti itu memang belum memiliki basis massa sebesar padel atau pickleball. Namun, daya tariknya berbeda karena menggabungkan olahraga, teknologi, dan hiburan.
Teqball Paling Siap Masuk Arus Utama?
Jika melihat kondisi Indonesia saat ini, teqball memiliki modal yang lebih jelas dibanding sebagian olahraga baru lainnya.
Cabang tersebut sudah memiliki organisasi, atlet nasional, kompetisi, dan jalur menuju ajang internasional. Indonesia bahkan menyiapkan tim teqball untuk Asian Games 2026.
Faktor lainnya adalah karakter permainan. Teqball memiliki hubungan kuat dengan sepak bola, olahraga yang sudah sangat populer di Indonesia.
Artinya, masyarakat tidak benar-benar diperkenalkan pada sesuatu yang asing. Mereka hanya melihat keterampilan sepak bola melalui bentuk permainan yang berbeda.
FITEQ juga mencatat bahwa teqball mendapat pengakuan resmi dalam ekosistem olahraga Indonesia pada 2026. Pengakuan tersebut membuka peluang pengembangan kompetisi dan pembinaan yang lebih terstruktur.
Tren Baru Tidak Selalu Berarti Olahraga Baru
Namun, olahraga baru tidak otomatis menjadi tren hanya karena terlihat unik. Padel dan pickleball membutuhkan fasilitas, komunitas, pelatih, serta pasar yang bersedia membayar.
Olahraga berikutnya juga menghadapi persoalan yang sama. Semakin mahal fasilitasnya, semakin kecil peluang olahraga tersebut menjangkau masyarakat luas.
Sebaliknya, olahraga yang dapat dimainkan dengan fasilitas sederhana memiliki peluang menyebar lebih cepat. Sekolah, kampus, komunitas, dan ruang publik bisa menjadi pintu masuk.
Di titik ini, teqball memiliki peluang sekaligus tantangan. Popularitas sepak bola dapat menjadi pintu masuk, tetapi ketersediaan meja khusus tetap menjadi kebutuhan.
Hybrid fitness memiliki persoalan berbeda. Peralatannya dapat lebih beragam, sementara pelaksanaannya membutuhkan ruang dan sistem latihan yang tepat.
Setelah Padel dan Pickleball, Persaingan Bisa Berubah
Gelombang olahraga baru sebenarnya tidak hanya soal mencari pengganti padel atau pickleball. Perubahannya lebih besar dari itu.
Masyarakat mulai memiliki lebih banyak pilihan untuk bergerak. Mereka dapat memilih olahraga berdasarkan komunitas, tantangan, hiburan, kesehatan, hingga gaya hidup.
Karena itu, olahraga yang menjadi tren berikutnya kemungkinan bukan sekadar yang paling baru. Pemenangnya adalah olahraga yang mampu membangun komunitas dan membuat orang ingin kembali bermain.
Untuk Indonesia, teqball menjadi salah satu kandidat paling menarik. Sementara itu, hybrid fitness punya peluang berkembang di kalangan masyarakat yang mencari tantangan kebugaran.
Jika keduanya berhasil membangun basis komunitas di berbagai kota, bukan tidak mungkin istilah olahraga baru yang hari ini terdengar asing akan menjadi aktivitas rutin dalam beberapa tahun mendatang.
Termasuk di Malang, pertanyaan berikutnya bukan lagi olahraga apa yang sedang viral. Pertanyaannya adalah olahraga mana yang mampu bertahan setelah rasa penasaran masyarakat berakhir.














