SUARAMALANG.COM – Tren double cleansing atau pembersihan ganda mulai merambah perawatan tubuh. Rutinitas yang sebelumnya populer untuk membersihkan wajah dan rambut ini kini dipromosikan sebagai cara agar tubuh terasa lebih bersih, wangi, dan segar setelah mandi.
Namun, mencuci tubuh dua kali dalam satu sesi mandi tidak otomatis membuat kulit lebih higienis. Dokter kulit justru mengingatkan bahwa pembersihan berlebihan, terutama dengan produk yang keras, dapat menghilangkan minyak alami kulit dan mengganggu lapisan pelindungnya.
Apa Itu Double Cleansing untuk Tubuh?
Double cleansing tubuh merupakan rutinitas mandi yang menggunakan dua tahap pembersihan. Tahap pertama biasanya memakai pembersih berbahan dasar minyak untuk membantu mengangkat kotoran, keringat, minyak, atau sisa produk yang menempel di kulit.
Setelah itu, pengguna membilas tubuh dan melanjutkannya dengan sabun mandi berbahan dasar air. Tahap kedua bertujuan membersihkan sisa pembersih sekaligus memberikan sensasi segar atau lembap, tergantung formula produk yang digunakan.
Konsep ini mengikuti popularitas double cleansing dalam perawatan wajah, terutama yang berkembang melalui tren K-beauty. Di media sosial, rutinitas tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari perawatan tubuh dengan berbagai produk khusus.
Benarkah Mandi Dua Kali Lebih Higienis?
Belum tentu. Dalam artikel The Guardian, dokter kulit konsultan di London, Dr. Jinah Yoo, menilai bahwa mencuci tubuh dua kali pada umumnya tidak diperlukan bagi kebanyakan orang.
Dr. Girish Gupta, dokter spesialis kulit yang berbasis di Glasgow, bahkan menyatakan tidak ada keuntungan kebersihan yang jelas dari membersihkan tubuh dua kali. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa rasa kulit yang sangat kesat atau wangi setelah mandi bukan ukuran tunggal bahwa kulit sudah lebih bersih.
American Academy of Dermatology (AAD) juga menganjurkan penggunaan pembersih yang lembut dan secukupnya untuk kulit kering. Dalam panduannya, dokter kulit menyarankan agar sabun digunakan terutama pada area yang memang membutuhkan pembersihan, seperti ketiak dan selangkangan, bukan selalu menghasilkan busa tebal di seluruh tubuh.
Risiko Terlalu Sering Membersihkan Kulit
Kulit memiliki lapisan pelindung yang membantu mempertahankan kelembapan dan melindungi tubuh dari iritan eksternal. Pembersihan berulang, terutama menggunakan produk yang kuat atau terlalu banyak mengandung bahan penghilang minyak, dapat mengganggu fungsi pelindung tersebut.
Menurut Yoo, kondisi ini dapat membuat kulit terasa kering, kencang, gatal, atau mengalami iritasi. Risiko tersebut bisa lebih terasa pada orang yang memang memiliki kulit kering atau sensitif.
Karena itu, rutinitas mandi sebaiknya tidak berpatokan pada seberapa banyak busa yang dihasilkan. Kulit yang terasa sangat kesat setelah mandi justru bisa menjadi tanda bahwa proses pembersihan terlalu agresif.
Kapan Pembersihan Ganda Mungkin Dibutuhkan?
Meski tidak perlu dilakukan setiap hari, ada situasi tertentu ketika seseorang mungkin ingin membersihkan tubuh lebih menyeluruh. Yoo menyebut beberapa kondisi seperti setelah olahraga berat, berenang, menjalani aktivitas di hari yang sangat panas, atau menggunakan banyak tabir surya tahan air maupun produk perawatan tubuh.
Namun, kebutuhan tersebut tidak berarti seseorang harus selalu memakai dua pembersih yang kuat. Jika memilih melakukan double cleansing, hindari menggabungkannya dengan scrub kasar, bahan eksfoliasi, atau sabun antibakteri yang berpotensi memperbesar iritasi.
Untuk rutinitas harian, penggunaan pembersih tubuh yang lembut dan sesuai kondisi kulit umumnya lebih masuk akal daripada menambah tahapan hanya karena mengikuti tren.
Tips Mandi agar Kulit Tetap Terawat
Perawatan kulit tubuh tidak harus rumit. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kebersihan sekaligus mengurangi risiko kulit menjadi terlalu kering.
- Gunakan pembersih yang lembut. Pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit dan hindari formula yang membuat kulit terasa tertarik setelah dibilas.
- Hindari air yang terlalu panas. Air hangat lebih disarankan daripada air panas, terutama jika kulit mudah kering atau sensitif.
- Batasi durasi mandi. AAD menyarankan mandi atau berendam sekitar lima hingga 10 menit untuk membantu mengurangi kekeringan kulit.
- Jangan menggosok kulit terlalu keras. Loofah, spons, atau sarung tangan eksfoliasi tidak harus digunakan secara agresif agar tubuh terasa bersih.
- Gunakan pelembap setelah mandi. Oleskan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap untuk membantu mempertahankan kelembapan.
- Pilih produk tanpa pewangi jika kulit sensitif. Produk berlabel fragrance-free dapat menjadi pilihan, terutama bagi orang yang mudah mengalami iritasi.
Informasi lebih lengkap mengenai cara merawat kulit kering dapat dibaca melalui panduan American Academy of Dermatology tentang perawatan kulit kering.
Jadi, Perlukah Double Cleansing Saat Mandi?
Double cleansing tubuh bukan kebutuhan wajib bagi semua orang. Bagi kebanyakan orang, satu kali pembersihan menggunakan produk yang lembut sudah cukup untuk rutinitas mandi sehari-hari, selama dilakukan dengan cara yang sesuai kondisi kulit.
Jika kulit terasa kering, gatal, perih, atau semakin iritasi setelah mengubah rutinitas mandi, pertimbangkan untuk mengurangi tahapan pembersihan dan memilih produk yang lebih lembut. Keluhan yang menetap atau memburuk sebaiknya diperiksakan kepada dokter kulit.
Pada akhirnya, tubuh tidak harus terasa sangat kesat untuk disebut bersih. Dalam perawatan kulit, rutinitas yang sederhana, sesuai kebutuhan, dan tidak berlebihan justru dapat membantu menjaga keseimbangan alami kulit.














