SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Dampak kekeringan di Kabupaten Malang terus meluas. Berdasarkan laporan Posko Masa Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang hingga Minggu (27/9/2026), sebanyak 5.712 kepala keluarga (KK) atau sekitar 17.330 jiwa terdampak dan telah menerima distribusi bantuan air bersih.
Data tersebut meningkat dibanding laporan sehari sebelumnya yang mencatat 5.354 KK atau 16.164 jiwa. Sebelumnya, pada 25 September 2026, jumlah warga terdampak tercatat sekitar 4.924 KK atau 14.794 jiwa.
Kekeringan Menyebar di Enam Kecamatan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan dampak kekeringan saat ini tersebar di 13 desa pada enam kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.
Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, distribusi air bersih menyasar Desa Sumberagung, Sitiarjo, dan Kedungbanteng serta Puskesmas Sitiarjo. Desa Sumberagung menjadi salah satu wilayah dengan jumlah penerima terbesar, yakni 1.298 KK atau 3.777 jiwa.
Desa Sitiarjo tercatat menerima bantuan untuk 505 KK atau 1.928 jiwa, sedangkan Kedungbanteng mencakup 788 KK atau 2.184 jiwa.
Di Kecamatan Gedangan, bantuan disalurkan ke Desa Tumpakrejo untuk 307 KK atau 1.461 jiwa. Sementara di Kecamatan Sumberpucung, distribusi air menyasar Desa Karangkates dengan 985 KK atau 3.055 jiwa.
Wilayah lain yang terdampak berada di Kecamatan Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. Di Donomulyo, bantuan disalurkan ke Desa Sumberoto dan Tulungrejo. Sedangkan di Kalipare mencakup Desa Kalirejo, Sumberpetung, Putukrejo, dan Arjosari.
Untuk Kecamatan Pagak, distribusi menyasar Desa Sumberejo dan Desa Pagak. Khusus Desa Arjosari, jumlah jiwa penerima bantuan masih belum terkonfirmasi dalam laporan terbaru.
Lebih dari 2,7 Juta Liter Air Sudah Disalurkan
Seiring meluasnya dampak kekeringan, distribusi air bersih terus dilakukan BPBD Kabupaten Malang. Sejak 8 Agustus hingga 26 September 2026, total air yang telah disalurkan mencapai sekitar 2.711.000 liter.
Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan warga di wilayah terdampak. Pada laporan sebelumnya, BPBD mencatat distribusi hingga 23 September telah mencapai 2.653.000 liter dengan enam armada yang menjalankan 20 rit dalam satu hari.
Selain mengandalkan distribusi BPBD, bantuan juga datang dari sejumlah pihak. Di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, misalnya, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan melalui bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Malang.
Penanganan kekeringan Kabupaten Malang dilakukan bersama sejumlah unsur, termasuk PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa, puskesmas, serta sejumlah organisasi dan mitra lainnya.
BPBD Siaga 24 Jam, Data Masih Bisa Berubah
BPBD Kabupaten Malang menyatakan masih melakukan pemantauan dan distribusi bantuan untuk merespons perkembangan kondisi di lapangan. Tim gabungan disiagakan selama 24 jam dengan sistem dua shift.
Monitoring dilakukan di 33 kecamatan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk radio komunikasi, internet, SMS, WhatsApp, dan call center BPBD. Sistem tersebut digunakan untuk mengetahui perkembangan kebutuhan air bersih sekaligus potensi bencana lain.
“Sampai saat ini kami masih terus siaga dalam rangka tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Sadono.
BPBD menegaskan data warga terdampak masih bersifat dinamis. Jumlah tersebut dapat berubah mengikuti hasil pendataan dan perkembangan penanganan di masing-masing wilayah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa distribusi air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi sejumlah desa di Kabupaten Malang. Pemantauan lapangan dan koordinasi lintas pihak terus diperlukan agar pasokan dapat mengikuti wilayah yang mengalami krisis air.
Secara umum, kekeringan merupakan kondisi ketika ketersediaan air berada di bawah kebutuhan dalam periode tertentu. Fenomena tersebut dapat berdampak pada kebutuhan rumah tangga, pertanian, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.












