SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pasar Murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur hadir di Balai Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026) sore. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Malang HM Sanusi meninjau langsung kegiatan tersebut. Pasar murah digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus menjaga stabilitas harga pangan masyarakat.
Dekatkan Akses Pangan ke Warga
Pemilihan balai desa sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Pemerintah menempatkan pasar murah lebih dekat dengan permukiman agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok terjangkau bisa lebih merata.
Sejumlah komoditas tersedia dalam kegiatan tersebut. Di antaranya beras SPHP, minyak goreng, gula, dan telur ayam. Harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasaran sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang lebih ringan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Intervensi harga pangan dilakukan untuk membantu warga menghadapi perubahan harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.
Khofifah mengatakan pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keterjangkauan kebutuhan pangan. Program serupa juga dilakukan Pemprov Jawa Timur di sejumlah daerah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok.
Pasar Murah Sekaligus Dorong UMKM
Selain membantu konsumen mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, kegiatan tersebut diarahkan untuk memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal di Kabupaten Malang. Dengan begitu, manfaat kegiatan tidak berhenti pada sisi konsumsi masyarakat.
Bupati Malang HM Sanusi menyambut baik pelaksanaan pasar murah tersebut. Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan warga tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok. Melalui kegiatan ini, Pemprov dan Pemkab hadir bersama-sama, memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ujar Sanusi.
Pasar murah juga menjadi bentuk sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menjaga keterjangkauan pangan. Kehadiran kegiatan di tengah permukiman membuat warga sekitar dapat mengakses kebutuhan pokok tanpa harus bergantung pada pusat perdagangan yang lebih jauh.
Langkah menjaga harga pangan berkaitan erat dengan pengendalian inflasi. Ketika harga kebutuhan pokok tetap terkendali, tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga dapat ditekan dan daya beli masyarakat lebih terjaga.
Melalui kegiatan di Lumbangsari, Pemprov Jatim dan Pemkab Malang menunjukkan pendekatan yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari warga. Pasar murah tidak hanya menjadi agenda peringatan hari jadi, tetapi juga instrumen untuk menjaga akses pangan tetap terjangkau.














