Human Wave Bookmob Warnai Opening Ceremony RAJA Brawijaya 2026

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Ribuan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) membentuk Human Wave menggunakan buku dalam Opening Ceremony RAJA Brawijaya 2026. Konsep Bookmob tersebut tidak hanya menciptakan selebrasi visual, tetapi juga membawa pesan kebersamaan sekaligus mendukung komitmen UB sebagai Green Campus.

Mahasiswa baru mengangkat buku secara serentak dan bergiliran dari berbagai sisi area kegiatan. Gerakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UB 2026.

Bookmob Dipilih karena Dekat dengan Keseharian Mahasiswa

Koordinator acara, Azriel Firoz Okan, menjelaskan penggunaan buku dalam Human Wave memiliki alasan praktis. Buku merupakan salah satu barang yang dekat dengan keseharian mahasiswa baru sehingga mereka tidak perlu membawa perlengkapan tambahan.

Konsep tersebut sekaligus dirancang untuk mengurangi penggunaan material yang berpotensi menambah sampah selama kegiatan.

“Kami memilih buku karena buku itu memang selalu dibawa mahasiswa baru. Harapannya juga tidak memberatkan mahasiswa baru untuk membawa barang-barang lain dan tidak menimbulkan sampah,” ujar Azriel.

Berbeda dari Human Wave yang biasanya berlangsung pada satu sisi area, konsep tahun ini melibatkan mahasiswa baru dari berbagai sisi secara serentak dan bergiliran.

Gerakan tersebut dirancang untuk membangun antusiasme mahasiswa baru sekaligus menciptakan pengalaman pembukaan yang menggambarkan semangat kebersamaan di lingkungan Universitas Brawijaya.

BACA JUGA  UIN Malang Gandeng TASPEN, PPPK Diajak Siapkan Dana Pensiun dan Masa Depan Sejak Dini

Human Wave Bawa Pesan “Kita Satu Brawijaya”

Konsep Bookmob membawa semangat “Kita Satu Brawijaya”. Pesan tersebut menggambarkan mahasiswa baru sebagai bagian dari satu komunitas yang bergerak bersama.

Secara visual, Human Wave hanya dapat terbentuk ketika setiap mahasiswa melakukan gerakan yang sama pada waktu yang sama. Karena itu, gerakan tersebut juga menjadi simbol kerja sama dan sikap saling membantu.

“Human Wave hanya bisa terbentuk jika satu mahasiswa dan mahasiswa lainnya menggerakkan hal yang sama, mengangkat hal yang sama, dan bergerak secara bersama-sama dan serentak. Di situ terbukti bahwa adanya suatu kerja sama, ada tolong-menolong, bantu-membantu,” jelas Azriel.

Penggunaan buku juga berkaitan dengan komitmen UB sebagai Green Campus. Panitia menerapkan penggunaan buku tanpa sampul plastik sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan.

Selain itu, pola visual yang terbentuk melalui Human Wave menggambarkan bendera Merah Putih. Elemen tersebut menjadi simbol nasionalisme dalam rangkaian pembukaan kegiatan mahasiswa baru.

Konsep Bookmob Jadi Inovasi Baru RAJA Brawijaya 2026

Bookmob merupakan inovasi yang baru diterapkan dalam rangkaian RAJA Brawijaya tahun ini. Panitia sebelumnya mempertimbangkan sejumlah gagasan sebelum memilih buku sebagai elemen utama Human Wave.

Menurut Azriel, buku akhirnya dipilih karena sederhana, mudah diterapkan, dan dapat dimaksimalkan untuk membangun visual gerakan secara serentak.

BACA JUGA  Lima Guru Besar UM Sampaikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Terbuka Senat Akademik

Opening Ceremony kan wajahnya RAJA Brawijaya, dimana posisi ini menjadi first impression dari mahasiswa baru ke RAJA Brawijaya. Harapannya semua pesan yang ingin disampaikan baik itu dari Green Campus maupun dari beberapa perspektif dapat tersampaikan kepada mahasiswa baru dan menyokong mereka untuk bisa berkuliah lebih semangat lagi ke depannya,” pungkasnya.

Melalui konsep tersebut, pembukaan RAJA Brawijaya 2026 tidak hanya mengandalkan kemeriahan visual. Panitia juga menyisipkan pesan tentang kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, nasionalisme, dan kesiapan mahasiswa baru menjadi bagian dari komunitas Universitas Brawijaya.

Iklan
Iklan