Menuju Pemilu 2029, Kelompok 34 FBD Arcapada 2026 Berikan Literasi Politik untuk Pelajar SMAN 3 Batu

SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Dalam rangka mempersiapkan pemilih pemula untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2029 mendatang, Kelompok 34 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB Bakti Desa atau FBD Arcapada 2026 memberikan literasi politik kepada para pelajar kelas XI di SMAN 3 Batu.

Kegiatan pemberian edukasi literasi politik untuk para pelajar kelas XI SMAN 3 Batu yang dilakukan Kelompok 34 FBD Arcapada 2026 ini mengusung tema “Menjadi Pemilih Pemula yang Cerdas: Membangun Kesadaran Politik Generasi Muda Menuju Pemilu 2029” dengan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mochammad Fatkhurrohman, S.IP.,M.A., dan Dr. Wimmy Haliim, S.IP.,M.Sos.

Koordinator Kelompok 34 FBD Arcapada 2026 Faris Abdillah Faiz menyampaikan, kegiatan pemberian literasi politik kepada para pelajar kelas XI SMAN 3 Batu yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman politik generasi muda agar mampu menjadi pemilih yang kritis dan bertanggung jawab.

Pria yang merupakan mahasiswa dari jurusan Ilmu Politik angkatan 2024 ini menyebutkan, program kerja pemberian literasi politik kepada lara pelajar kelas XI SMAN 3 Batu ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkuat pendidikan demokrasi di tingkat masyarakat.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mempersiapkan generasi muda yang dalam beberapa tahun mendatang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali pada Pemilu 2029,” ungkap Faris dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, literasi politik tidak hanya mencakup pemahaman mengenai pemilu dan lembaga negara, tetapi juga kemampuan memahami proses demokrasi serta menyaring informasi politik. Hal ini semakin penting karena perkembangan media sosial membuat remaja mudah menerima berbagai informasi tanpa verifikasi.

Di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, sebagian besar remaja telah aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi sehari-hari. Namun, akses terhadap pendidikan politik yang terstruktur masih terbatas. Sehingga pemahaman mengenai partisipasi politik dan peran warga negara perlu diperkuat.

BACA JUGA  Profesor UB Kembangkan Rapid Test Kit untuk Diagnosa Penyakit Hewan Secara Cepat dan Akurat

“Kondisi tersebut menjadi tantangan karena kurangnya literasi politik dapat menyebabkan sikap apatis maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang tidak valid,” ujar Faris.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Kelompok 34 FBD Arcapada 2026 mengadakan seminar interaktif literasi politik dengan menghadirkan Menteri Koordinator Pergerakan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya yakni Muhammad Arifin Ilham, sebagai narasumber.

“Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif yang menghubungkan konsep politik dengan kehidupan sehari-hari peserta. Pembahasan mencakup dasar demokrasi, pentingnya partisipasi politik, serta cara menyikapi informasi politik di media sosial,” jelas Faris.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan pemilu, tetapi juga berhubungan dengan berbagai keputusan yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Narasumber juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat, bukan hanya saat pemungutan suara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap isu publik.

“Pemahaman ini diharapkan mampu mengubah pandangan peserta bahwa politik merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutur Faris.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai isu politik. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai peran pelajar dalam mencegah korupsi, makna politik dalam kehidupan masyarakat, efektivitas penggunaan hak pilih, hingga nilai moral yang dapat diterapkan dalam politik.

“Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami isu politik berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Faris.

Melalui program kerja pemberian literasi politik ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa partisipasi politik tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan hak pilih, tetapi juga melalui keterlibatan dalam memahami isu publik dan perkembangan kebijakan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan politik dapat dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakter generasi muda.

BACA JUGA  Dispendik dan Satlantas Edukasi Pendidikan Karakter di SMPN 1 Gondanglegi

“Program tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran demokrasi bagi calon pemilih pemula di SMA Negeri 3 Batu,” imbuh Faris.

Keberlanjutan pendidikan politik bagi generasi muda membutuhkan kolaborasi antara sekolah, pemerintah desa dan berbagai pihak terkait. Sekolah dapat menyediakan ruang diskusi mengenai demokrasi dan kepemiluan, sementara pemerintah desa dapat melibatkan remaja dalam forum masyarakat sebagai sarana pembelajaran politik. Selain itu, media sosial juga perlu dimanfaatkan sebagai media edukasi politik yang informatif dan mudah dipahami.

Menurutnya, literasi politik yang diberikan sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami hak pilihnya saja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi Indonesia yang lebih berkualitas.

“Melalui kegiatan Literasi Politik FBD Arcapada 2026, Kelompok 34 berharap peserta mampu mempersiapkan diri menjadi pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab pada Pemilu 2029,” tandas Faris.

Iklan
Iklan