Musker III PCNU Malang, Sanusi Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Bupati Malang HM Sanusi mendorong kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat. Pesan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) III Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang di Pondok Pesantren Al Munawwariyah, Kecamatan Bululawang, Minggu (4/10/2026) siang.

Forum tersebut dihadiri jajaran PWNU Jawa Timur, pengasuh pesantren, pengurus PCNU, Forkopimda, DPRD Kabupaten Malang, badan otonom NU, serta para alim ulama. Sanusi berharap pendidikan keagamaan dan berbagai program sosial dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah.

Sanusi Ingin NU Hadir Lewat Aksi Nyata

Di hadapan peserta Musker, Sanusi mengatakan peran NU tidak hanya berkaitan dengan tradisi keagamaan dan pembahasan persoalan umat. Ia mendorong organisasi tersebut ikut menghadirkan program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Saya berharap bersama pemerintah, ulama bisa berkolaborasi untuk kepentingan umat. Karena umat menunggu NU untuk berbuat, tidak hanya bahtsul masail, tetapi berbuat nyata di masyarakat,” tegas Sanusi.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup mengandalkan pembangunan fisik. Aspek moral, akhlak, keimanan, dan ketakwaan masyarakat juga perlu mendapat perhatian.

Baca Juga:  Libur ke Pantai Selatan Malang? Jangan Abaikan Peringatan Ini, Ombak Bisa Datang Tiba-Tiba

Sanusi kemudian memaparkan sejumlah program Pemkab Malang. Salah satunya pemberian insentif Rp500 ribu per bulan bagi guru sekolah swasta dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pemerintah daerah berencana meningkatkan nominal tersebut menjadi Rp1 juta per bulan pada tahun mendatang melalui pembahasan bersama DPRD.

Pemkab Malang juga menjalankan program Sekolah Plus Ngaji bagi siswa SD dan SMP. Program tersebut diarahkan agar peserta didik memperoleh pengetahuan umum sekaligus kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.

Musker Ditutup dengan Penandatanganan PKS

Penguatan kehidupan keagamaan juga dilakukan melalui program Shalat Subuh Berjamaah Keliling yang telah berjalan selama lima tahun dan menjangkau 33 kecamatan. Sanusi menyebut kegiatan itu sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan pemerintah, ulama, dan masyarakat.

Ia turut mendorong optimalisasi potensi BAZNAS Kabupaten Malang yang disebut mencapai sekitar Rp12 miliar per tahun. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan keagamaan serta penanganan persoalan sosial dan kemasyarakatan.

Dalam konteks tersebut, Nahdlatul Ulama memiliki jaringan organisasi dan badan otonom yang dapat menjadi bagian dari kolaborasi sosial-keagamaan di tingkat masyarakat.

Baca Juga:  Prediksi Arema FC vs Persik Jadi Penentu Nasib di Akhir Putaran

Musker III PCNU Kabupaten Malang kemudian dibuka secara simbolis oleh Sanusi. Pada akhir acara, ia bersama Ketua PCNU Kabupaten Malang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pembangunan daerah, khususnya penguatan kemandirian masyarakat.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk menyinergikan potensi yang dimiliki Kabupaten Malang sekaligus mendorong masyarakat agar semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing. Forum Musker diharapkan menghasilkan program yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberi manfaat bagi umat.