Universitas Brawijaya Peringkat 1 Indonesia, 17 Asia Bidang Business dan Management AD Scientific Index 2026

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang–Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan kinerja akademik yang kuat dalam AD Scientific Index 2026. Berdasarkan pembaruan data 4 Mei 2026, UB menempati posisi kompetitif pada sejumlah indikator utama, yaitu H-Index, i10-Index, Citations, serta pemeringkatan berdasarkan bidang keilmuan atau Institutional Subject Rankings.

Capaian ini memperlihatkan bahwa strategi penguatan akademik UB tidak hanya tercermin dalam produktivitas publikasi, tetapi juga dalam peningkatan dampak riset, penguatan bidang unggulan, kolaborasi akademik, serta program prioritas universitas yang diarahkan untuk memperkuat reputasi global, hilirisasi inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Iklan

AD Scientific Index merupakan sistem pemeringkatan akademik internasional yang menggunakan pendekatan berbasis peneliti atau researcher-to-institution model. Melalui pendekatan ini, performa universitas dinilai dari kontribusi akademik para peneliti yang berafiliasi dengan institusi tersebut.

Indikator utama yang digunakan meliputi H-Index, i10-Index, dan jumlah sitasi, baik secara total sepanjang karier maupun dalam periode lima tahun terakhir.

Dengan metodologi tersebut, AD Scientific Index tidak hanya menggambarkan kekuatan akademik historis, tetapi juga memperlihatkan momentum akademik terkini. Hal ini penting bagi UB karena data menunjukkan bahwa performa UB pada indikator lima tahun terakhir terus menguat, baik pada tingkat nasional, Asia, maupun dunia.

Prestasi UB Terus Meningkat di Ranking Dunia

Dalam pemeringkatan nasional berbasis Total H-Index, UB menempati peringkat 4 Indonesia, peringkat 334 Asia, dan peringkat 1.225 dunia. UB mencatat 1.599 staf akademik yang terindeks, dengan 24 peneliti masuk Top 10 percentile. Berdasarkan H-Index, peneliti UB dengan nilai tertinggi adalah Nurul Huda dari bidang Engineering & Technology/Food Science and Engineering dengan H-Index 56 dan World Rank #72.296.

Capaian yang sangat menonjol juga terlihat pada indikator i10-Index, yaitu indikator yang menunjukkan jumlah publikasi yang memperoleh minimal 10 sitasi. Berdasarkan Total i10-Index, UB berada pada peringkat 3 Indonesia, peringkat 146 Asia, dan peringkat 701 dunia. Berdasarkan i10-Index, peneliti UB dengan capaian tertinggi adalah Muh Zainul Arifin dengan i10-Index 251 dan World Rank #24.992.

Pada indikator Citations, UB juga menunjukkan tren yang semakin baik. Berdasarkan Total Citations, UB berada pada peringkat 11 Indonesia, peringkat 362 Asia, dan peringkat 1.336 dunia. Berdasarkan jumlah Citations, peneliti UB dengan sitasi tertinggi adalah Rachmat Kriyantono dari bidang Business & Management/Communications and Media Studies dengan 19.468 sitasi dan World Rank #52.417.

Komposisi peneliti unggul tersebut menunjukkan bahwa kekuatan akademik UB bersifat multidisipliner. Peneliti terbaik UB berasal dari berbagai bidang, antara lain Engineering & Technology, Agriculture & Forestry, Social Sciences, Business & Management, Economics & Econometrics, Natural Sciences, serta Medical and Health Sciences. Hal ini memperlihatkan bahwa kinerja akademik UB tidak bertumpu pada satu disiplin saja, melainkan didukung oleh ekosistem riset yang luas.

Peningkatan ini sejalan dengan arah program prioritas UB dalam memperkuat kinerja akademik, reputasi internasional, riset unggulan, kolaborasi global, dan hilirisasi inovasi. Melalui berbagai program penguatan akademik, UB terus mendorong dosen dan peneliti untuk meningkatkan kualitas publikasi, memperluas jejaring riset internasional, serta menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan berkelanjutan.

Prestasi UB Hasil Penguatan Akademik

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., menyampaikan bahwa capaian UB dalam AD Scientific Index 2026 merupakan bagian dari hasil penguatan ekosistem akademik yang terus dikembangkan secara sistematis.

“Capaian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja akademik UB berjalan dalam arah yang tepat. UB terus mendorong dosen dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, relevan, dan berdampak. Penguatan publikasi, kolaborasi internasional, mobilitas akademik, serta integrasi riset dengan pembelajaran menjadi bagian penting dari transformasi akademik UB,” ujar Prof. Imam.

Menurut Prof. Imam, capaian dalam AD Scientific Index juga memperlihatkan bahwa kinerja akademik tidak hanya ditentukan oleh jumlah publikasi, tetapi juga oleh kualitas kontribusi ilmiah, dampak sitasi, dan konsistensi produktivitas peneliti.

Capaian UB dalam Institutional Subject Rankings juga menunjukkan adanya keunggulan bidang yang sangat kuat. Pada bidang Business & Management, UB menempati peringkat 1 Indonesia dan peringkat 17 Asia menunjukkan bahwa UB memiliki daya saing sangat kuat dalam bidang manajemen, bisnis, administrasi, komunikasi, ekonomi, organisasi, kewirausahaan, dan tata kelola.

Keunggulan ini selaras dengan arah UB sebagai universitas yang mendorong penguatan kapasitas institusional, kewirausahaan, transformasi organisasi, inovasi kebijakan, dan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi.

Selain Business & Management, UB juga menunjukkan kekuatan penting pada bidang Engineering & Technology. Pada bidang ini, UB berada pada peringkat 4 Indonesia, peringkat 412 Asia, dan peringkat 1.346 dunia.

Bidang ini menjadi salah satu fondasi penting bagi UB dalam memperluas kontribusi riset terhadap transformasi industri, pembangunan daerah, ketahanan pangan, kesehatan, energi bersih, serta agenda keberlanjutan.

Kepala UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, Ph.D., menyampaikan bahwa capaian UB dalam AD Scientific Index 2026 merupakan hasil dari penguatan kinerja akademik dan reputasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Data AD Scientific Index memperlihatkan bahwa UB memiliki basis akademik yang kuat dan terus berkembang. Posisi UB pada H-Index dan i10-Index menunjukkan bahwa banyak karya ilmiah dosen UB telah memperoleh sitasi. Yang juga penting, indikator lima tahun terakhir menunjukkan adanya momentum positif. Artinya, produktivitas dan dampak akademik UB tidak hanya kuat secara historis, tetapi juga terus meningkat dalam periode terkini,” ujar Hendrix.

Ia menambahkan, capaian ini selaras dengan berbagai program prioritas UB yang diarahkan pada penguatan reputasi akademik, kualitas riset, kolaborasi internasional, serta hilirisasi inovasi.

“UB terus memperkuat ekosistem akademik melalui riset unggulan, kolaborasi internasional, program dosen tamu, adjunct professor, publikasi bereputasi, matching fund, dana padanan, dan hilirisasi riset.

Capaian dalam AD Scientific Index menjadi salah satu bukti bahwa program-program tersebut mulai tercermin dalam peningkatan produktivitas dan dampak akademik para peneliti UB,” tambahnya.

Keunggulan Disipliner Pilar Reputasi Internasional

Menurutnya, capaian bidang Business & Management sebagai peringkat 1 Indonesia dan 17 Asia menjadi bukti bahwa UB memiliki keunggulan disipliner yang dapat menjadi salah satu pilar reputasi internasional.

Pada saat yang sama, performa UB pada Engineering & Technology menunjukkan bahwa UB juga memiliki kapasitas kuat dalam bidang teknologi, rekayasa, pangan, ilmu komputer, dan inovasi terapan.

“Keunggulan UB pada Business & Management sangat strategis. Namun, UB juga memiliki kekuatan penting pada Engineering & Technology, Agriculture & Forestry, Social Sciences, dan bidang-bidang lain yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

Hal Ini menunjukkan bahwa UB tidak hanya mengejar pemeringkatan, tetapi juga memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan untuk masyarakat, industri, dan agenda pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Capaian ini juga memperkuat posisi UB dalam lanskap kinerja akademik nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, UB terus mendorong peningkatan publikasi internasional, kolaborasi riset, penguatan program akademik internasional, peningkatan kualitas dosen, serta pemanfaatan data akademik untuk perencanaan strategis. Kinerja dalam AD Scientific Index menjadi salah satu indikator eksternal yang menunjukkan bahwa arah pengembangan akademik UB berjalan pada jalur yang positif.

Pewarta: *MS Al Katiri

Iklan
Iklan
Iklan