Dekan FISIP UB Tekankan Pendidikan Karakter: Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Pemimpin Indonesia 2045

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) menyambut mahasiswa baru melalui pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIP UB Candradimuka 2026 di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Kota Malang, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memasuki kehidupan akademik sekaligus membangun karakter, solidaritas, dan kesiapan menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan di FISIP UB.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UB Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menegaskan bahwa empat tahun masa perkuliahan bukan sekadar periode untuk memperoleh gelar akademik. Masa tersebut harus menjadi proses pembentukan karakter dan kapasitas mahasiswa agar mampu menjadi pribadi unggul serta memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Empat tahun itu tidak lama. Tetapi empat tahun di Candradimuka ini harus menjadi proses untuk membentuk Anda agar keluar dengan karakter yang baik, nilai yang baik, dan menjadi orang-orang unggul di masa depan,” pesannya.

Menurut Ahmad Imron, mahasiswa yang hari ini resmi menjadi bagian dari FISIP UB merupakan generasi yang akan menghadapi Indonesia pada momentum Indonesia Emas 2045. Karena itu, sejak awal mahasiswa harus memiliki kesadaran bahwa pendidikan tinggi membawa tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menyelesaikan perkuliahan.

“Generasi emas itu Anda nanti. Pada 2045, para pemimpin Indonesia akan hadir dari forum ini,” tegasnya.

Jangan Ada Mahasiswa Berhenti Kuliah karena Persoalan Biaya

Salah satu pesan kuat yang disampaikan Dekan FISIP UB berkaitan dengan keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Ahmad Imron menegaskan, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi alasan mahasiswa kehilangan kesempatan menyelesaikan pendidikan. Fakultas, kata dia, tidak ingin ada mahasiswa yang terpaksa berhenti kuliah hanya karena mengalami kesulitan membayar biaya pendidikan.

“Saya tidak ingin melihat satu mahasiswa pun di FISIP, baik yang masih mahasiswa baru maupun teman-teman senior, tidak bisa kuliah hanya karena tidak mampu membayar. Tidak boleh,” tegasnya.

Namun, komitmen tersebut juga harus diimbangi dengan tanggung jawab mahasiswa. Mereka diminta menjaga kepercayaan orang tua dengan menjalani perkuliahan secara sungguh-sungguh, menjaga prestasi, dan memanfaatkan kesempatan belajar untuk memperkuat kapasitas diri.

BACA JUGA  Nestlé Indonesia dan Polinema Perkuat Pendidikan Vokasi Lewat Donasi Mesin Bubut

Hormati Sejarah, Rawat Nilai Perjuangan

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Imron juga mengajak mahasiswa baru menghormati sejarah perjalanan FISIP UB dan para tokoh yang telah meletakkan fondasi awal perkembangan fakultas.

Salah satu sosok yang mendapat penghormatan dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Darsono Wisadirana, yang disebut memiliki peran penting dalam sejarah awal berdirinya Program Ilmu Sosial Universitas Brawijaya.

Penghormatan terhadap para pendahulu, menurut Ahmad Imron, bukan sekadar seremoni. Mahasiswa perlu memahami bahwa institusi yang mereka masuki hari ini dibangun melalui proses panjang, perjuangan, dedikasi, dan kontribusi banyak pihak.

Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari karakter mahasiswa FISIP UB sehingga mereka tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami sejarah dan menghargai kontribusi generasi sebelumnya.

Dari Aceh hingga Papua, Berbaur di Bumi Arema

Keberagaman mahasiswa baru juga menjadi perhatian Dekan FISIP UB. Mahasiswa yang mengikuti PKKMB datang dari berbagai daerah di Indonesia, dari wilayah barat hingga timur Nusantara.

Mahasiswa justru didorong untuk saling mengenal, berbaur, dan beradaptasi dengan lingkungan Kota Malang. Mereka juga diharapkan mengenal budaya serta bahasa lokal sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan tempat mereka menempuh pendidikan.

“Di Bumi Arema Anda semua harus beradaptasi, belajar bahasa lokal,” pesannya.

Menurutnya, ketika telah menjadi bagian dari FISIP UB, mahasiswa tidak seharusnya terus membawa sekat identitas daerah yang memisahkan satu dengan lainnya. Perbedaan asal, budaya, dan latar belakang harus menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi.

“Di sini kita berbaur, kita beradaptasi untuk menjadi satu di kampus perjuangan FISIP Universitas Brawijaya,” ujarnya.

Kelompok 30 Mahasiswa Jadi Fondasi Kebersamaan

Rangkaian PKKMB Candradimuka 2026 juga menjadi awal pembentukan kelompok-kelompok mahasiswa. Setiap kelompok beranggotakan sekitar 30 mahasiswa.

Ahmad Imron berharap kelompok tersebut tidak hanya berfungsi selama pelaksanaan PKKMB. Kelompok yang telah terbentuk diharapkan terus menjaga komunikasi dan kebersamaan hingga mengikuti berbagai agenda akademik maupun kemahasiswaan pada semester-semester berikutnya.

BACA JUGA  Sorotan Dugaan Pungli SDN Kendalpayak, Publik Nilai Pemkab Malang Beri Restu

Salah satunya adalah kegiatan yang disebut dalam sambutan sebagai “visit pabrik desa”, yang diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas.

Dengan demikian, PKKMB tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi tahap awal membangun jejaring sosial, solidaritas, dan budaya kolaborasi di lingkungan FISIP UB.

Candradimuka Bukan Sekadar Orientasi

Ahmad Imron menekankan, mahasiswa baru harus melihat PKKMB Candradimuka sebagai awal dari perjalanan panjang untuk membentuk dirinya.

Selama empat tahun di FISIP UB, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, keberanian berpikir, serta kemampuan bekerja bersama dalam keberagaman.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena FISIP UB menjadi ruang bertemunya mahasiswa dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya dan pengalaman yang berbeda.

Keberagaman tersebut diharapkan melahirkan lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan produktif.

Pada akhirnya, Ahmad Imron berharap mahasiswa baru tidak sekadar menjadi lulusan yang memperoleh ijazah. Mereka harus tumbuh menjadi manusia yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian, serta keberanian mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

“Selamat datang di kampus kita. Insyaallah dengan kehadiran Anda dan semangat baru di tahun 2026 ini, ke depannya akan terbangun generasi yang lebih baik,” pesan Ahmad Imron kepada mahasiswa baru.

Pewarta: *Halim Ali

Iklan
Iklan