Cara Cek Desil Pakai KTP Lewat Cek Bansos Kemensos dan BPS

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Masyarakat dapat mengecek desil Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026 secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP. Pengecekan dapat dilakukan melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) dan kanal DTSEN Badan Pusat Statistik (BPS).

Informasi desil penting karena menunjukkan posisi kesejahteraan keluarga dalam DTSEN dan menjadi salah satu dasar penentuan sasaran sejumlah program bantuan sosial. Data DTSEN juga bersifat dinamis sehingga hasil pengelompokan dapat berubah setelah pemutakhiran data.

Cara Cek Desil DTSEN 2026 di Cek Bansos Kemensos

Masyarakat dapat mengecek desil melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos. Layanan tersebut menggunakan NIK 16 digit yang tercantum pada KTP.

Berikut langkah mengecek desil DTSEN melalui Cek Bansos Kemensos:

  1. Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos.
  2. Masukkan NIK 16 digit sesuai yang tercantum pada KTP.
  3. Ketik huruf kode atau captcha yang tersedia.
  4. Klik tombol “Cari Data”.
  5. Tunggu hasil pencarian hingga informasi data yang terdaftar ditampilkan.

Laman resmi Cek Bansos Kemensos menyebut DTSEN sebagai sumber data pencarian. Desil dikelompokkan dari Desil 1 sampai Desil 10, dengan Desil 1 menunjukkan kelompok kesejahteraan 10 persen terbawah dan Desil 10 kelompok 10 persen tertinggi.

Baca Juga:  Link Resmi dan Cara Memilih Logo HUT RI Ke-81 2026, Voting Dibuka hingga 28 Juni

Cara Cek Desil DTSEN 2026 Melalui Laman BPS

Selain melalui Cek Bansos, pengecekan desil DTSEN dapat dilakukan melalui kanal BPS yang menyediakan layanan pengecekan data. Prosesnya membutuhkan NIK dan informasi tanggal lahir untuk verifikasi.

Langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Buka laman DTSEN BPS.
  2. Pilih menu “Lainnya”.
  3. Masukkan NIK dan captcha.
  4. Klik tombol “Cek Desil”.
  5. Masukkan tanggal lahir sesuai data kependudukan.
  6. Masukkan captcha yang diminta.
  7. Ikuti proses verifikasi hingga informasi desil ditampilkan.

Data DTSEN terus dimutakhirkan oleh BPS. Pada DTSEN Volume 2 Tahun 2026, BPS menyebut cakupan data mencapai sekitar 95,3 juta keluarga atau 289,3 juta individu, termasuk pembaruan data demografi dan hasil verifikasi lapangan.

Apa Arti Desil DTSEN dan Apakah Bisa Berubah?

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Sistem ini membagi keluarga ke dalam 10 kelompok, masing-masing mencakup 10 persen keluarga berdasarkan peringkat kesejahteraannya.

Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sebaliknya, Desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Penilaian menggunakan sejumlah variabel sosial ekonomi yang tercatat dalam DTSEN.

Baca Juga:  Polri Klaim Miliki 1.376 SPPG untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Laman resmi Cek Bansos Kemensos menjelaskan bahwa desil bersifat dinamis. Jika data tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun kanal Cek Bansos. Selanjutnya, desil akan dihitung ulang secara berkala oleh BPS.

DTSEN sendiri menjadi basis data penting dalam penargetan program pemerintah. BPS menegaskan pemutakhiran data dilakukan untuk meningkatkan akurasi sasaran berbagai intervensi pemerintah, termasuk bantuan sosial.

Karena itu, masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data sebaiknya mengikuti mekanisme pemutakhiran yang tersedia. Mengecek desil DTSEN 2026 secara berkala membantu masyarakat mengetahui data kesejahteraan yang tercatat sekaligus memastikan informasi sosial ekonomi tetap sesuai kondisi sebenarnya.

Iklan
Iklan