Berita  

Sederet Vendor Sound Horeg yang Sering Muncul di Karnaval, Biayanya Capai Puluhan Juta!

SUARAMALANG.COM – Sound horeg kini tidak lagi sekadar menjadi perangkat pendukung sebuah karnaval. Nama vendor tertentu justru menjadi daya tarik yang mampu mengundang kerumunan dan menaikkan gengsi sebuah gelaran.

Di Jawa Timur, sejumlah vendor kerap muncul dalam berbagai karnaval rakyat. Nama mereka dikenal karena ukuran perangkat, karakter suara, tampilan visual, hingga basis penggemarnya.

Popularitas tersebut juga berdampak pada biaya penyelenggaraan. Untuk mendatangkan satu set audio sound horeg, biayanya disebut dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Brewog Audio hingga Faskho Sengox

Brewog Audio menjadi salah satu nama yang kerap muncul dalam percakapan tentang sound horeg Jawa Timur. Vendor asal Blitar itu dikenal luas di kalangan penggemar sound system berukuran besar.

Nama Brewog Audio juga beberapa kali muncul dalam berbagai daftar vendor sound horeg yang dikenal masyarakat. Perangkat berukuran besar dan tampilan visual menjadi salah satu daya tariknya dalam sejumlah karnaval.

Selain Brewog Audio, Faskho Sengox juga menjadi nama yang cukup dikenal di kalangan penggemar sound horeg. Vendor asal Blitar tersebut kerap masuk dalam perbincangan komunitas karena jejaknya dalam perkembangan sound horeg.

Malang juga memiliki sejumlah nama yang tumbuh bersama perkembangan fenomena tersebut. Salah satunya Riswanda Audio yang dikenal di kalangan komunitas sound horeg, khususnya di wilayah Malang dan sekitarnya.

Baca Juga:  Update Mutasi Pejabat Polri Malang Raya, Ini Daftar Pejabat Baru dan Lama

Selain nama-nama tersebut, komunitas sound horeg juga mengenal Blizzard Audio, MD Audio, Berkah Sholawat, dan Cahaya Audio. Setiap vendor memiliki karakter perangkat serta basis penggemar yang berbeda.

Satu Set Audio Bisa Menghabiskan Puluhan Juta Rupiah

Mendatangkan sound horeg dalam sebuah karnaval membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk satu set audio sound horeg, biayanya disebut dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Besarnya biaya bergantung pada sejumlah kebutuhan teknis. Ukuran perangkat, jumlah speaker, kendaraan pengangkut, jarak lokasi, hingga konsep penampilan dapat memengaruhi kebutuhan anggaran.

Karena itu, penyelenggara karnaval kerap menyiapkan dana jauh sebelum acara berlangsung. Warga di sejumlah daerah bahkan mengumpulkan iuran untuk mendatangkan perangkat sound berukuran besar.

Nama Vendor Kini Ikut Menentukan Gengsi Karnaval

Fenomena tersebut menunjukkan perubahan dalam dunia sound horeg. Penyelenggara kini tidak hanya mempertimbangkan kekuatan suara atau jumlah speaker ketika memilih perangkat.

Nama vendor juga ikut menentukan daya tarik sebuah karnaval. Sejumlah penggemar bahkan sengaja datang untuk menyaksikan perangkat dari vendor tertentu yang tampil dalam sebuah acara.

Baca Juga:  Relokasi Pedagang Pasar Gadang Dikebut, 625 Lapak di Bahu Jalan Ditertibkan

Persaingan kemudian tidak berhenti pada kualitas audio. Lighting, videotron, susunan speaker, kendaraan pengangkut, serta konsep pertunjukan ikut membentuk identitas masing-masing vendor.

Popularitas tersebut sekaligus membentuk ekosistem ekonomi baru di balik karnaval rakyat. Perputaran uang tidak hanya terjadi pada penyedia sound, tetapi juga melibatkan pekerja acara, transportasi, pedagang, dan berbagai jasa pendukung.

Pada akhirnya, sound horeg kini berkembang menjadi lebih dari sekadar hiburan dengan musik keras. Di balik satu set audio yang biayanya disebut mencapai puluhan juta rupiah, terdapat persaingan reputasi, basis penggemar, dan industri hiburan rakyat yang terus tumbuh.

Iklan
Iklan