Pecatur Junior Kota Malang Dominasi Chaiyoo Chess Tournament 2026

SUARAMALANG.COM, KOTA MALANG – Dominasi pecatur junior Kota Malang kembali terlihat dalam Chaiyoo Chess Tournament 2026 kategori SMP. Dua atlet yang sebelumnya sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim Catur 2026 di Kabupaten Pacitan, kembali menunjukkan prestasi dengan menjadi juara pertama di kategori masing-masing.

Pada kategori SMP putra/putri yang digelar di Chaiyoo Eatery & Playground, Sabtu (29/8/2026), Josephine Grace Rondonuwu tampil sebagai juara pertama setelah mengoleksi poin sempurna 7 poin dari 7 babak.

Atlet binaan Percasi Kota Malang yang juga menyandang gelar Woman National Percasi (WNP) tersebut tampil konsisten sejak babak pertama hingga babak terakhir. Josephine yang merupakan siswi SMPN 8 Kota Malang itu tidak sekalipun kehilangan poin dan berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan.

Posisi kedua ditempati Syayoda Wifi dari SMP Darul Ulum Agung, Kota Malang, dengan koleksi 6 poin. Syayoda merupakan atlet Percasi Kabupaten Tuban yang saat ini menempuh pendidikan di Kota Malang.

Sementara posisi ketiga diraih M. Iqbal Lazuardi dari MI Nurul Ulum Poncokusumo, Kabupaten Malang.

para juara chaiyoo chess tournament 2026 kategori best girls SMP (foto:suaramalang.com)

Persaingan juga berlangsung menarik pada kategori Best Girls/SMP Putri. Juara pertama diraih Nuraqeela Callista Naura dari MTsN 3 Malang. Posisi kedua ditempati Lovina Sefty Azizi dari MTsN 1 Kota Malang, sedangkan posisi ketiga diraih Nadin Zalindra Putri, juga dari MTsN 1 Kota Malang.

Menariknya, dua juara pertama pada Chaiyoo Chess Tournament kategori SMP tersebut merupakan atlet Kota Malang yang baru saja mencatat prestasi gemilang di Kejurprov Jatim Catur 2026 di Kabupaten Pacitan.

Baca Juga:  Musorkablub KONI Kabupaten Malang 2026–2028 Diwarnai Polemik Voting Tertutup

Josephine Grace Rondonuwu sebelumnya berhasil mempersembahkan medali emas kategori C U-15, sedangkan Nuraqeela Callista Naura juga meraih medali emas kategori D U-13. Prestasi tersebut semakin menegaskan bahwa pembinaan catur usia pelajar di Kota Malang mulai menunjukkan hasil yang positif.

Owner Chaiyoo Eatery & Playground mengatakan, penyelenggaraan Chaiyoo Chess Tournament tidak semata-mata ditujukan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan, sportivitas, sekaligus memperluas pengalaman bertanding.

Menurutnya, antusiasme peserta pada kategori SMP menunjukkan bahwa olahraga catur memiliki basis peminat yang cukup besar di kalangan pelajar.

“Catur bukan hanya tentang menang dan kalah. Anak-anak belajar berpikir, mengambil keputusan, berkonsentrasi dan tetap sportif. Kami berharap Chaiyoo Chess Tournament bisa menjadi ruang bagi mereka untuk berkembang sekaligus menjadi agenda yang bisa terus kami selenggarakan,” ujarnya.

Ketua Percasi Kota Malang juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar akan semakin baik bagi perkembangan pecatur muda, khususnya dalam menambah jam terbang dan pengalaman bertanding.

“Untuk menjadi atlet yang berprestasi, latihan saja tidak cukup. Mereka juga membutuhkan pengalaman bertanding. Turnamen seperti ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menguji hasil latihan, menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda dan belajar mengelola tekanan dalam pertandingan,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Josephine dan Nuraqeela menjadi juara pada Chaiyoo Chess Tournament sekaligus menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Kota Malang mampu mempertahankan performanya setelah meraih prestasi di tingkat Jawa Timur.

Baca Juga:  Luis Garcia Doakan Xabi Alonso Sukses tapi Finis di Bawah Liverpool

“Prestasi di Kejurprov harus menjadi motivasi untuk terus berkembang, bukan menjadi titik akhir. Kami berharap muncul bibit-bibit baru yang terus tumbuh berkembang, dan semangat,” tambahnya.

Chaiyoo Chess Tournament 2026 sendiri diselenggarakan oleh Chaiyoo Eatery & Playground bekerja sama dengan Percasi Kota Malang dan didukung Suaramalang.com dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Turnamen kategori SMP ini mempertandingkan tujuh babak dengan sistem Swiss dan mempertemukan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Malang dan wilayah sekitarnya. Turnamen ini diikuti 70 peserta dari sekolah negeri dan swasta.

Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan catur usia dini dan usia pelajar. Dengan semakin banyaknya kompetisi yang terselenggara, para pecatur muda diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.

Iklan
Iklan