2.000 Anak PAUD Meriahkan HUT ke-21 HIMPAUDI , Bupati Sanusi Menekankan Pentingnya Karakter

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Suasana penuh keceriaan mewarnai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Malang. Tak kurang dari 2.000 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai kecamatan turut ambil bagian dalam Lomba Gerak Cermat bersama Frisian Flag.

Mengusung tema “Dukung Generasi Sehat, Cermat, Ceria, dan Berkarakter”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang edukasi yang menyenangkan sekaligus sarana stimulasi bagi tumbuh kembang anak usia dini.

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, usia dini merupakan fase yang sangat menentukan dalam membangun fondasi perkembangan anak.

Pada masa tersebut, berbagai aspek penting mulai terbentuk, mulai dari karakter, kebiasaan, rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, kecerdasan hingga kecintaan terhadap proses belajar.

“Pendidikan anak usia dini tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat anak belajar membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, PAUD harus menjadi ruang bagi anak untuk bermain, bergerak, berekspresi, berimajinasi, belajar bekerja sama, mengenal nilai-nilai kebaikan, serta tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan berkarakter,” ujar Sanusi.

Anak PAUD Harus Sehat, Cermat, Ceria dan Berkarakter

Sanusi menilai tema HUT HIMPAUDI tahun ini memiliki pesan yang sangat kuat dalam menyiapkan generasi masa depan Kabupaten Malang.

Menurutnya, anak yang sehat memiliki energi untuk belajar dan bermain. Anak yang cermat akan memiliki rasa ingin tahu serta kemampuan berpikir. Sementara anak yang ceria diharapkan tumbuh dengan rasa percaya diri. Sedangkan karakter yang baik menjadi fondasi moral dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Karena itu, saya memberikan apresiasi kepada HIMPAUDI Kabupaten Malang yang terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif, kreatif, dan edukatif bagi anak-anak PAUD,” tegasnya.

Bupati juga menilai Lomba Gerak Cermat menjadi metode pembelajaran yang efektif karena dikemas melalui aktivitas yang menyenangkan.

Gerakan, permainan, tantangan, dan interaksi bersama teman tidak hanya membuat anak aktif secara fisik, tetapi juga melatih konsentrasi, koordinasi, keberanian, kerja sama hingga sportivitas.

“Ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan kepada anak-anak bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan,” katanya.

Baca Juga:  LVRI Jawa Timur Menegaskan Perjuangan Menjaga NKRI Harus Dilanjutkan Generasi Penerus

Bupati Sanusi: Jangan Takut Kalah

Di hadapan ribuan peserta, Sanusi memberikan pesan khusus kepada anak-anak yang mengikuti lomba. Ia meminta mereka tidak takut kalah dan tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.

Menurutnya, keberanian mencoba, kemauan belajar, kerja sama dan sportivitas jauh lebih penting daripada sekadar mendapatkan juara.

“Tidak perlu takut kalah. Yang penting berani mencoba, berani bergerak, mau bekerja sama dengan teman, dan selalu menjaga sportivitas. Juara yang sebenarnya adalah anak yang berani mencoba, tidak mudah menyerah, dan selalu mau belajar menjadi lebih baik,” pesannya.

Sanusi juga memberikan apresiasi kepada para guru dan pendidik PAUD yang selama ini memiliki peran penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Bapak dan Ibu adalah bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Tak kalah penting, orang tua juga diminta turut menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Orang tua tidak hanya dituntut untuk membuat anak pintar, tetapi juga memberikan waktu, perhatian, teladan, serta ruang bagi anak untuk berkembang sesuai tahap usianya.

“Jangan hanya menuntut anak untuk menjadi pintar, tetapi mari kita bantu mereka menjadi anak yang sehat, percaya diri, mandiri, peduli, santun, dan memiliki karakter yang baik,” pesan Sanusi.

PAUD Bukan Sekadar Calistung

Ketua Panitia HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Malang, Anik Pangestu Ningsih, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis dalam membangun fondasi tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan, usia dini merupakan fase penting ketika karakter, kebiasaan, rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, kecerdasan hingga kecintaan terhadap proses belajar mulai berkembang.

“Pendidikan anak usia dini tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat anak belajar membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, PAUD harus menjadi ruang bagi anak untuk bermain, bergerak, berekspresi, berimajinasi, belajar bekerja sama, mengenal nilai-nilai kebaikan, serta tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan berkarakter,” ujar Anik.

Ia berharap kegiatan HUT HIMPAUDI dan Lomba Gerak Cermat bersama Frisian Flag dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pendidik, orang tua, dunia usaha dan masyarakat.

Baca Juga:  Bapenda Kabupaten Malang Optimistis Target PBB-P2 75 Persen Tercapai Akhir Juli 2026

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, ramah anak, menyenangkan, sekaligus kaya akan stimulasi positif.

Bangun Masa Depan Anak Bersama

Sanusi menegaskan, pembangunan pendidikan anak usia dini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, HIMPAUDI, satuan pendidikan, guru, orang tua, dunia usaha hingga masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi penerus.

“Karena membangun masa depan anak bukan pekerjaan satu pihak, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, Sanusi juga menyampaikan selamat atas HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Malang. Ia berharap organisasi tersebut semakin solid dan profesional serta terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

“Semoga HIMPAUDI semakin solid, semakin profesional, dan terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Malang dalam membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas,” harapnya.

Dengan semangat “Sehat, Cermat, Ceria, dan Berkarakter”, Sanusi kemudian secara resmi membuka Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Malang dan Lomba Gerak Cermat bersama Frisian Flag.

Kemeriahan ribuan anak PAUD dalam kegiatan tersebut pun menjadi gambaran bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan dalam suasana formal. Melalui bermain, bergerak, berinteraksi dan bekerja sama, anak-anak dapat memperoleh pengalaman berharga sekaligus belajar membangun karakter sejak usia dini.

Sebab, pada akhirnya, kemenangan terbesar bukanlah sekadar membawa pulang piala, melainkan ketika anak berani mencoba, mampu bekerja sama, tidak mudah menyerah, dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri serta berkarakter.

Pewarta: *Deni Robi

Iklan
Iklan