Gus Kautsar Ungkap Kronologi Namanya Dicantumkan dalam Buku “Islam Ala Prabowo”

SUARAMALANG.COM – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Kediri, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, mengungkap kronologi namanya dicantumkan dalam buku berjudul Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.

Gus Kautsar mengaku menyesalkan pencantuman namanya dalam salah satu artikel buku tersebut. Ia menegaskan, persoalan yang dipermasalahkan bukan semata-mata pencantuman nama, melainkan tidak adanya pemberitahuan dan konfirmasi mengenai penggunaan hasil wawancara yang pernah dilakukannya.

Buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam merupakan kumpulan artikel dari sejumlah tokoh agama dan pejabat publik. Buku tersebut disusun Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas serta diluncurkan di Jakarta pada 26 Agustus 2025.

Gus Kautsar Pernah Diwawancarai pada 2024

Gus Kautsar menjelaskan, sekitar pertengahan 2024, dirinya menerima kedatangan utusan salah satu penulis buku di Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri. Orang tersebut datang bersama keluarganya.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Kautsar mengaku mendapat sejumlah pertanyaan mengenai pandangan pesantren terhadap kebangsaan, keberagaman, kebinekaan, serta peran pesantren dalam mengisi dan merawat kemerdekaan Indonesia.

“Jadi bukan masalah keberatan atau tidak. Kita itu tahun 2024, pertengahan, ada orang utusan salah satu penulis itu datang ke sini. Kemudian tanya terkait keindonesiaan, bagaimana posisi pesantren, merawat kemerdekaan,” kata Gus Kautsar kepada detikJatim, Senin (7/9/2026).

Dalam percakapan tersebut, kata Gus Kautsar, juga sempat dibahas sejumlah program pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia mengaku tidak mengetahui bahwa wawancara tersebut merupakan bagian dari penyusunan buku tentang Islam dan Prabowo.

Baca Juga:  Repatriasi Tiga Prajurit UNIFIL Dipercepat di Tengah Konflik Lebanon

“Kita nggak ngerti kalau kemudian berjudul seperti ini. Kita tidak sadar,” ujarnya.

Persoalkan Judul Artikel dan Transparansi

Gus Kautsar menyebut ada dua hal yang menjadi alasan dirinya menyesalkan terbitnya buku tersebut. Pertama, judul artikel yang mencantumkan namanya, yakni “Dukungan Pesantren untuk Prabowo Subianto”.

Daftar isi buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam yang mencatut nama Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar alias Gus Kautsar. (Foto: Dok. Istimewa

Kedua, ia mempersoalkan transparansi dalam proses wawancara hingga penggunaan materi yang kemudian dimuat dalam buku. Menurutnya, sejak awal ia tidak pernah diberi tahu bahwa perbincangan tersebut akan digunakan untuk buku dengan judul Islam Ala Prabowo.

“Jadi kita itu hanya menyesalkan dua hal. Satu judulnya, yang kedua adalah ketidaktransparansian. Ketika buku ini kemudian benar-benar diterbitkan, kami juga tidak pernah dikasih tahu,” tegasnya.

Gus Kautsar juga mengaku hingga kini belum menerima buku tersebut, meskipun namanya dicantumkan di dalam salah satu artikelnya.

“Dan sampai detik ini kita juga nggak dikasih buku,” imbuhnya.

Minta Ada Konfirmasi Sebelum Nama Dicantumkan

Menurut Gus Kautsar, secara etika, pihak yang hendak mencantumkan nama seseorang dalam sebuah karya semestinya melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan izin sekaligus kesesuaian konteks pernyataan yang digunakan.

“Harusnya kan ketika kami dicantumkan di satu bagian, kita harus dikonfirmasi dulu. Diizinkan atau tidak, itu urusan kemudian. Tapi titik poinnya itu kenapa tidak transparan,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa keberatannya tidak hanya berkaitan dengan pencantuman nama. Menurutnya, persoalan utama adalah dirinya tidak mengetahui bahwa wawancara mengenai kebangsaan dan kehidupan pesantren tersebut akan digunakan dalam buku Islam Ala Prabowo.

“Karena wawancaranya waktu itu adalah wawancara terkait masalah kebangsaan. Bagaimana pandangan pesantren terkait keberagaman, kebinekaan, kemudian bagaimana mengisi kemerdekaan,” pungkasnya.

Baca Juga:  6 Faktor Utama Penyebab Permohonan Visa Anda Ditolak Imigrasi

Ning Jazil Sebelumnya Protes di Media Sosial

Persoalan pencantuman nama Gus Kautsar sebelumnya juga diprotes istrinya, Jazilah Annahdliyah atau Ning Jazil, melalui media sosial.

Ning Jazil mempersoalkan artikel berjudul “Dukungan Pesantren untuk Prabowo Subianto” yang mencantumkan nama suaminya dalam buku tersebut. Ia mempertanyakan alasan nama Gus Kautsar dicantumkan tanpa adanya pemberitahuan atau permintaan izin.

Dalam unggahan di akun media sosialnya, Ning Jazil menyampaikan keberatan terhadap pencantuman nama tersebut dan mempertanyakan proses penyusunannya.

Selain melalui unggahan, Ning Jazil juga menyampaikan protes melalui kolom komentar pada unggahan yang menampilkan daftar buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.

Ia kembali mempertanyakan pencantuman nama Gus Kautsar karena menurutnya sang suami tidak pernah menulis artikel tersebut dan tidak pernah dimintai izin untuk dicantumkan dalam buku.

Gus Kautsar sendiri menegaskan, wawancara yang dilakukan pada pertengahan 2024 pada awalnya membahas pandangan pesantren mengenai kebangsaan, keberagaman, kebinekaan, serta kontribusi dalam merawat kemerdekaan Indonesia.