Beras Premium Langka di Kota Malang, TPID Turun Langsung Cek Pasokan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang turun langsung ke sejumlah distributor dan pasar tradisional, Selasa (8/9/2026), untuk memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok. Hasil inspeksi mendadak (sidak) menunjukkan stok beras premium masih mengalami kelangkaan.

Sidak dipimpin langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat setelah menggelar high level meeting bersama TPID di Balai Kota Malang. Tim kemudian meninjau sejumlah distributor, Pasar Blimbing, dan Pasar Klojen untuk melihat kondisi pasokan bahan pokok secara langsung.

“Hari ini saya dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah diawali dengan high level meeting di Balai Kota untuk melihat situasi terkait pengendalian inflasi. Salah satunya kita cek ke lapangan untuk melihat ketersediaan, keterjangkauan harga, dan stok,” kata Wahyu.

Di tingkat distributor, TPID menemukan stok beras premium kosong dalam satu hingga dua pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat distributor hanya bisa menerima dan mencatat pesanan pelanggan tanpa kepastian kapan pasokan kembali tersedia.

“Di distributor memang tidak ada beras premium, kosong. Sudah sekitar satu sampai dua minggu tidak tersedia. Akhirnya mereka hanya menjanjikan kepada masyarakat yang biasanya menjadi pelanggan mereka. Kalau komoditas lain seperti gula dan minyak goreng masih aman,” ujarnya.

Baca Juga:  UM Kirim 37 Atlet ke POMNAS XIX di Jawa Barat

Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Blimbing. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia, namun beras premium relatif sulit diperoleh.

Sejumlah pedagang bahkan harus mencari pasokan dari luar daerah untuk memenuhi permintaan konsumen. Namun, harga dari luar daerah dinilai cukup tinggi sehingga menjadi persoalan karena pedagang tetap harus mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET).

“SPHP tersedia, tetapi premium memang agak sulit didapatkan. Ada pedagang yang mencari ke kota lain, namun harganya cukup tinggi. Padahal kita dibatasi HET, sehingga ini menjadi keluhan distributor, pedagang, maupun pembeli,” jelas Wahyu.

Sementara itu, di Pasar Klojen, TPID masih menemukan sejumlah kios yang menjual beras premium. Kendati demikian, stoknya terbatas dan harga jualnya telah mengalami kenaikan dibandingkan kondisi normal.

Menurut Wahyu, berdasarkan penjelasan Dinas Ketahanan Pangan, kelangkaan beras premium dipengaruhi kondisi musim tanam. Pasokan gabah disebut belum tersedia secara optimal. Selain itu, musim kemarau yang berlangsung cukup panjang turut berdampak terhadap distribusi beras.

Pemkot Malang pun menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. TPID akan kembali menggelar rapat untuk menyusun skenario penanganan, termasuk kemungkinan melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat.

Baca Juga:  Khofifah Temukan Beras SPHP dan MinyakKita Hilang dari Pasar di Kota Malang

“Kami akan rapat kembali dengan TPID untuk menyusun skenario. Kemungkinan situasi ini akan kami laporkan kepada pemerintah pusat agar ada kebijakan terkait ketersediaan beras, khususnya beras premium,” kata Wahyu.

Di sisi lain, Pemkot Malang akan mengoptimalkan penyaluran beras SPHP melalui program pasar murah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah terbatasnya pasokan beras premium.

TPID Kota Malang juga akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

Pewarta: *Deni Robi