SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang sukses menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana di SMKN 7 Malang. Agenda ini merupakan bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dihadiri langsung oleh Walikota Malang beserta jajaran Forkopimda guna meninjau langsung kesiapan mitigasi di lingkungan sekolah.
Guna meminimalisasi risiko dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMKN 7 Malang. Kegiatan digelar Selasa (8/9/2026) diikuti secara antusias oleh seluruh siswa, guru, dan Tenaga Kependidikan (GTK) di lingkungan sekolah.
Agenda mitigasi ini ditinjau langsung oleh Walikota Malang yang hadir bersama jajaran kepala dinas terkait. Kehadiran orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, responsif, dan tangguh terhadap ancaman bencana.
Walikota Minta Edukasi Tidak Hanya di Kelas
Walikota Malang menekankan edukasi kebencanaan tidak boleh hanya sekadar menjadi teori di dalam kelas. Menurut beliau, sekolah merupakan tempat berkumpulnya banyak massa yang memiliki risiko tinggi jika terjadi keadaan darurat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi dari Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang, tentang pemetaan risiko, pengenalan tanda-tanda bencana, hingga pertolongan pertama pada darurat medis. Setelah pembekalan teori, sirine darurat tiba-tiba dibunyikan sebagai penanda simulasi gempa bumi.
Dalam hitungan detik, seluruh siswa dan guru mempraktikkan metode perlindungan mandiri di bawah meja sebelum dievakuasi secara tertib menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.
Simulasi Bisa Jadi Refleksi
Sementara itu, Kepala SMKN 7 Malang menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya sekolah mereka sebagai lokasi program SPAB. Pihak sekolah berharap simulasi ini bisa membentuk refleks dan kesiapan mental jangka panjang bagi seluruh keluarga besar SMKN 7 Malang.
“Simulasi seperti ini sangat krusial dilakukan langsung di lapangan agar seluruh warga sekolah, baik siswa maupun GTK tahu persis apa yang harus dilakukan, ke mana harus berlari, dan bagaimana cara menyelamatkan diri tanpa harus panik,” ujar Suprijana, S.Pd., M.M. Kepala SMKN 7 Malang
Melalui langkah preventif yang telah dilakukan oleh BPBD Kota Malang melalui program SPAB ini diharapkan seluruh instansi pendidikan di Kota Malang dapat naik kelas menjadi sekolah tangguh bencana yang mampu melindungi seluruh warganya.
Pewarta: *Deni Robi














