SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Polisi masih memeriksa sejumlah pihak setelah seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) diduga lompat dari lantai 6 gedung kampus.
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan kampus UB pada Kamis (10/9/2026). Polisi kini mendalami kronologi dan kondisi yang melatarbelakangi kejadian.
Polisi Dalami Kronologi Kejadian
Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut mahasiswa yang terlibat berasal dari Fakultas Kedokteran.
Mahasiswa tersebut tercatat sebagai mahasiswa semester 3. Polisi menerima informasi bahwa korban diduga melompat melalui jendela dari lantai 6.
“Lompat dari lantai 6 lewat jendela mahasiswa Fak Kedokteran semester 3,” kata Anang.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.
Informasi Korban Masih Perlu Dipastikan
Sejumlah mahasiswa yang berada di sekitar lokasi menyaksikan proses evakuasi. Korban kemudian mendapat penanganan setelah mengalami luka akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, muncul informasi lain terkait mahasiswa semester 3 dari bidang Agro. Mahasiswa tersebut disebut mengalami patah tangan dan kaki setelah berada di lantai 6.
Namun, informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi. Karena itu, identitas maupun kaitan informasi tersebut dengan kejadian utama masih perlu dipastikan.
UB Sebut Polisi Sudah Melakukan Pemeriksaan
Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan UB, Dwi Retnoningsih, turut membenarkan pemeriksaan polisi.
“Benar, sekarang pemeriksaan oleh polisi,” ujar Dwi.
Dwi menyebut mahasiswa yang terlibat berasal dari Fakultas Kedokteran angkatan 2025. Ia juga membenarkan informasi bahwa mahasiswa tersebut diduga melompat melalui jendela.
“Anak FK 2025, lompat melalui jendela,” imbuhnya.
Hingga kini, polisi belum mengungkap penyebab mahasiswa tersebut diduga melompat dari lantai 6. Pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan faktor yang melatarbelakangi kejadian.
Polisi juga belum menyampaikan kesimpulan mengenai motif maupun kondisi yang mendahului peristiwa tersebut. Informasi mengenai kondisi korban akan mengikuti keterangan resmi dari pihak berwenang.














