Berita  

Tiga Tol Dibidik Masuk Lelang 2027, Pemerintah Kejar Proyek Tanpa APBN

SUARAMALANG.COM, Nasional – Pemerintah mulai mematangkan tiga proyek jalan tol untuk memasuki proses lelang pada 2027. Ketiganya masuk daftar proyek prakarsa pemerintah atau solicited.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini mengoptimalkan skema setiap proyek. Langkah itu bertujuan membuat proyek lebih layak secara komersial bagi investor.

Target pemerintah cukup jelas. Ketiga proyek tersebut diharapkan bisa berjalan tanpa membutuhkan dukungan pembiayaan dari APBN.

Tiga ruas tol masuk persiapan lelang

Plt. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Dedy Gunawan menyampaikan perkembangan tersebut. Ia menyampaikannya dalam rapat bersama Komisi V DPR RI pada Rabu, 9 September 2026.

Dedy mengatakan pemerintah sedang mengoptimalkan struktur proyek sebelum menawarkan investasi kepada pihak swasta.

“Ini kami sedang melakukan optimasi, kalau memang nanti sekiranya kita bisa untuk tidak menggunakan dukungan pembiayaan pemerintah sehingga tahun depan kita berharap ini bisa dilakukan lelang,” ujar Dedy.

Tiga proyek yang masuk radar tersebut ialah Tol Pejagan-Cilacap, Bandung Inter Urban Toll Road atau BIUTR, serta Tol Sentul-Karawang Barat.

Pemerintah perlu memastikan ketiga proyek itu memiliki skema finansial yang menarik. Dengan begitu, investor dapat masuk tanpa ketergantungan terhadap dukungan fiskal pemerintah.

Baca Juga:  Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Ricuh, Merah Putih Diturunkan

Pejagan-Cilacap mendapat optimasi rute

Pemerintah menyiapkan sejumlah penyesuaian untuk Tol Pejagan-Cilacap. Salah satu fokusnya berkaitan dengan optimasi rute hingga wilayah Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Penyesuaian tersebut bertujuan memperbaiki struktur finansial proyek. Pemerintah berharap ruas itu tetap layak secara komersial tanpa dukungan dana negara.

Langkah serupa juga pemerintah siapkan untuk Bandung Inter Urban Toll Road. Proyek tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan infrastruktur untuk mengurai persoalan lalu lintas Bandung Raya.

Pemerintah menyiapkan proyek BIUTR melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU.

“Kemudian Bandung Interurban Toll Road, ini juga sama, kita berharap mungkin nanti akan kami lakukan optimasi sehingga tidak membutuhkan dukungan pemerintah,” kata Dedy.

Status Sentul-Karawang Barat ikut berubah

Proyek Tol Sentul-Karawang Barat memiliki perkembangan berbeda. Pemerintah baru mengambil keputusan mengenai status prakarsa proyek tersebut.

Sebelumnya, proyek itu menggunakan status prakarsa swasta atau unsolicited. Kini pemerintah mengubah statusnya menjadi prakarsa pemerintah atau solicited.

Perubahan status tersebut membuka ruang bagi pemerintah untuk melakukan optimasi proyek sebelum proses lelang. Pemerintah juga ingin memastikan proyek tersebut dapat berjalan tanpa dukungan APBN.

Baca Juga:  7 Kawasan Perumahan Paling Prospektif di Malang Raya, Cocok untuk Hunian dan Investasi Jangka Panjang

Dedy menyebut keputusan perubahan status itu berlangsung pada pekan sebelumnya.

“Jalan Tol Sentul-Karawang Barat yang sebenarnya ini adalah unsolicited, sudah kami putuskan minggu kemarin bahwa ini beralih menjadi solicited sehingga kami akan melakukan optimasi dan apabila itu tidak membutuhkan dukungan pemerintah akan kami lelang,” pungkas Dedy.

Jika seluruh optimasi berjalan sesuai rencana, tiga proyek tol tersebut berpeluang memasuki lelang pada 2027. Pemerintah kini masih harus memastikan struktur proyek mampu menarik investor sekaligus mengurangi kebutuhan dukungan negara.