SUARAMALANG.COM, MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperkuat infrastruktur di wilayah timur laut untuk mengantisipasi pertumbuhan investasi dan munculnya kawasan industri baru. Salah satu proyek yang tengah dikerjakan yakni pelebaran jembatan di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung.
Jembatan yang sebelumnya berukuran sekitar 5 x 10 meter itu akan diperbesar menjadi 13 x 14 meter. Pelebaran diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas sekaligus mendukung mobilitas kendaraan menuju kawasan Jabung.
Jembatan Jabung Ditargetkan Rampung Akhir Desember
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Chairul Isnadi Kusuma, mengatakan pembangunan jembatan tersebut saat ini masih berlangsung. Proyek memiliki masa pelaksanaan sekitar 180 hari dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
“Saat ini sedang dikerjakan. Masa pelaksanaannya sekitar 180 hari dan diperkirakan akan selesai akhir Desember 2026 nanti,” ujar Chairul Isnadi Kusuma yang akrab disapa Oong, Kamis (1/10/2026).
Pelebaran menjadi bagian penting karena jalur Jabung terhubung dengan sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Pakis. Selain melayani mobilitas masyarakat, jalur tersebut juga berpotensi menopang distribusi barang ketika aktivitas industri di kawasan timur Kabupaten Malang berkembang.
Anggota DPRD Kabupaten Malang, Ali Murtadlo atau Gus Tado, menilai penguatan akses transportasi diperlukan untuk mengantisipasi pertumbuhan kawasan perkotaan baru.
“Jika jembatan itu sudah jadi, kami optimistis investasi akan berkembang pesat karena jalur ekonomi sudah lancar. Sebab, jembatan itu cukup strategis karena menghubungkan antara Kecamatan Pakis dan Jabung,” katanya.
Jabung Punya Puluhan Perusahaan dan Potensi Wisata
Jabung kini tercatat memiliki sekitar 15 lokasi perumahan dan 30 perusahaan. Pertumbuhan tersebut diperkirakan masih berlanjut seiring arah pembangunan Kabupaten Malang yang mulai bergeser ke kawasan timur laut.
Potensi ekonomi Jabung tidak hanya berasal dari industri dan permukiman. Wilayah tersebut juga memiliki sejumlah destinasi wisata pegunungan, seperti Coban Jahe, Coban Siuk dan Desa Wisata Taji Kaki Langit.
Perkembangan berbagai sektor itu membuat kebutuhan terhadap akses infrastruktur yang memadai semakin penting. Perkembangan Malang Timur pun tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan penataan ruang yang terarah.
Pemkab Malang Kejar Penataan Ruang Malang Timur
Bupati Malang HM Sanusi mendorong pertumbuhan desa-desa di wilayah timur laut agar berkembang secara terencana. Pemkab Malang mulai menerapkan penataan zonasi atau zoning plan di sejumlah kecamatan, termasuk Jabung, Tumpang dan Pakis.
Penataan tersebut mempertimbangkan fungsi kawasan untuk permukiman, industri, perdagangan, pertanian dan wisata. Pemkab Malang juga tengah mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sejumlah wilayah.
Dengan pembangunan infrastruktur yang berjalan bersama penataan ruang, Jabung mulai diarahkan menjadi salah satu simpul pertumbuhan baru di wilayah timur Kabupaten Malang.
Perluasan jembatan menjadi salah satu fondasi fisik untuk menopang arah tersebut, sementara penataan ruang menjadi instrumen agar pertumbuhan kawasan berjalan sesuai fungsi dan kebutuhan masyarakat.
Secara geografis, jembatan merupakan bagian dari infrastruktur yang mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi suatu wilayah.














