Beras Fortifikasi: Perbedaan dengan Beras Biasa dan Manfaatnya

SUARAMALANG.COM, Nasional – Masyarakat Indonesia mengonsumsi beras hampir setiap hari sebagai makanan pokok. Namun, tidak semua beras memiliki kandungan gizi yang sama karena produsen kini menghadirkan beras fortifikasi dengan tambahan vitamin dan mineral.

Topik beras fortifikasi kembali menarik perhatian setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mempertimbangkan penggunaannya dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Banyak masyarakat kemudian mencari tahu perbedaan beras fortifikasi dengan beras biasa.

Apa Itu Beras Fortifikasi?

Produsen membuat beras fortifikasi dengan menambahkan berbagai vitamin dan mineral ke dalam beras premium. Langkah tersebut meningkatkan kandungan gizi tanpa mengubah fungsi utama beras sebagai sumber karbohidrat.

Produsen umumnya menambahkan zat besi, asam folat, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, dan zinc. Kandungan tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mikronutrien setiap hari.

Perbedaan Beras Fortifikasi dan Beras Biasa

Beras biasa mengandung karbohidrat, protein, serta sedikit vitamin dan mineral alami. Proses penggilingan menghilangkan sebagian vitamin dan mineral yang semula berada pada lapisan luar gabah.

Sebaliknya, produsen mengembalikan bahkan menambah kandungan vitamin dan mineral pada beras fortifikasi. Karena itu, beras fortifikasi memiliki nilai gizi yang lebih lengkap dibandingkan beras biasa.

Produsen juga mencampurkan butiran beras khusus yang mengandung vitamin ke dalam beras premium. Cara tersebut membuat konsumen tetap memperoleh rasa dan tekstur yang hampir sama dengan beras biasa.

Perbandingan Beras Fortifikasi dan Beras Biasa

AspekBeras FortifikasiBeras Biasa
Kandungan giziProdusen menambahkan vitamin dan mineral.Mengandung gizi alami tanpa tambahan.
VitaminMengandung vitamin B1, B3, B6, B12, asam folat, dan zat besi.Jumlah vitamin lebih sedikit setelah proses penggilingan.
ManfaatMembantu memenuhi kebutuhan mikronutrien.Menjadi sumber utama energi dan karbohidrat.
RasaHampir sama dengan beras biasa.Menyesuaikan jenis beras yang dipilih.

Apa Manfaat Beras Fortifikasi?

Ahli gizi menilai fortifikasi sebagai salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Banyak negara memakai metode tersebut karena masyarakat mengonsumsi beras setiap hari.

Zat besi membantu tubuh membentuk sel darah merah. Asam folat mendukung pertumbuhan janin, sedangkan vitamin B kompleks membantu proses metabolisme dan pembentukan energi.

Zinc juga berperan menjaga daya tahan tubuh serta mendukung pertumbuhan anak. Karena manfaat tersebut, pemerintah mempertimbangkan penggunaan beras fortifikasi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Apakah Beras Fortifikasi Bisa Menggantikan Pola Makan Sehat?

Beras fortifikasi hanya melengkapi kebutuhan gizi harian. Masyarakat tetap perlu mengonsumsi lauk berprotein, sayur, buah, susu, dan makanan bergizi lain agar tubuh memperoleh nutrisi yang seimbang.

Karena alasan itu, pemerintah memandang beras fortifikasi sebagai pelengkap menu bergizi, bukan sebagai pengganti pola makan sehat. Masyarakat tetap harus menerapkan pola makan yang beragam agar tubuh memperoleh manfaat gizi secara optimal.

Iklan
Iklan